Antisipasi Virus Corona di DKI

Gubernur Anies: RS Covid-19 Penuh, Lobi Kini Jadi Ruang Rawat Inap Pasien hingga Tenda Disiapkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, hampir seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di ibu kota sudah penuh.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Akun Instagram @aniesbasweda
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengunjungi taman pemakaman umum (TPU) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada Rabu (23/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, hampir seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di ibu kota sudah penuh.

Bahkan, beberapa di antaranya harus mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 di teras atau selasar rumah sakit.

“Beberapa RS kita sudah penuh, bahkan lobinya difungsikan sebagai tempat rawat inap. Maka, kami siapkan tenda-tenda di RSUD,” ucap Anies, Jumat (25/6/2021).

Guna mengantisipasi krisis tempat tidur yang saat ini melanda, Pemprov DKI sudah menambah rumah sakit rujukan Covid-19 sejak 17 Juni lalu.

Bila sebelumnya rumah sakit rujukan Covid-19 hanya ada 103, kini jumlahnya sudah meningkat menjadi 140 RS dari total 193 rumah sakit di ibu kota.

Baca juga: Cek eis.dinkes.jakarta.go.id/eis/ Ketersediaan Bed Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Jakarta Terbaru

“Dari 32 RSUD, ada 13 yang menjadi RS khusus Covid-19, seperti di RSUD Kramat Jati. Lalu, 19 RSUD lainnya 60 persen kapasitas itu disiapkan untuk Covid-19 dan 40 persen untuk penyakit lain,” ujarnya.

Melihat kasus Covid-19 yang semakin merajalela, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengingatkan warganya untuk taat dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Bila tak ada keperluan mendesak, Anies meminta seluruh warganya mengurangi mobilitas dan tetap berada di rumah.

“Penularan Covid-19 itu tidak hanya terjadi di ruang publik, tapi saat kita meeting, makan bersama, kumpul dengan orang yang kita kenal juga,” kata dia.

“Itulah potensi terbesar dari ruang privat yang tak mungkin diawasi oleh pemerintah,” tambahnya. 

Ada 70 Kasus Varian Baru Covid-19 di Jakarta

Kabar menyedihkan juga disampaikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, menyusul setidaknya ada 70 kasus varian baru Covid-19 di ibu kota.

Hak ini diketahui dari hasil pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing (WGS) dari 987 sampel terduga mutasi virus.

Baca juga: 1.000 Anak Terpapar Covid-19 dalam Sehari, Wagub DKI Minta Orang Tua Jaga Anaknya 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved