Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Aktif di Jakarta 40.900, Waspada Daftar 10 Zona Merah Penyebaran Covid-19

Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta makin merajalela, jumlah kasus aktif pun kini mencapai 40.900 kasus.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

B. ICU tekanan negatif tanpa ventilator

- Kapasitas: 118 bed

- Sisa: 15 bed

C. ICU tanpa tekanan negatif dengan ventilator

- Kapasitas: 90 bed

- Sisa: 38 bed

D. ICU tanpa tekanan negatif tanpa ventilator

- Kapasitas: 62 bed

- Sisa: 11 bed

E. Isolasi tekanan negatif

- Kapasitas: 1.964 bed

- Sisa: 215 bed

F. Isolasi tanpa tekanan negatif

- Kapasitas: 2.312 bed

- Sisa: 311 bed

G. NICU khusus Covid-19

- Kapasitas: 22 bed

- Sisa: 4 bed

H. Perina khusus Covid-19

- Kapasitas: 109 bed

- Sisa: 42 bed

I. PICU khusus Covid-19

- Kapasitas: 22 bed

- Sisa: 6 bed

J. OK khusus Covid-19

- Kapasitas: 21 bed

- Sisa: 2 bed

K. HD khusus Covid-19

- Kapasitas: 31 bed

- Sisa: 4 bed

Anda pun bisa melihat rumah sakit mana saja yang masih tersedia tempat tidur kosong dengan klik tombol 'detail ketersediaan bed'.

Kemudian, akan muncul detail rumah sakit dan jumlah tempat tidur yang masih kosong.

Di situ juga anda bisa mendapat informasi nomor yang bisa dihubungi di masing-masing rumah sakit. 

Pasien Wisma Atlet Kemayoran tambah tambah 705 dalam 24 jam

Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, hampir penuh.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet, Letkol M Arifin, dalam video yang diunggah kanal YouTube KompasTV, Kamis (24/6/2021).

Dikatakan Arifin, kapasitas tempat tidur di RSD Wisma Atlet sudah terisi 90,22 persen.

Dengan demikian ketersediaan tempat tidur kini tersisa 9,78 persen atau 723.

"Pukul 06.00 pagi tadi memang dilaporkan kondisi kita hampir penuh, artinya sudah terisi 90,22 persen."

"Ini benar-benar menjadi peringatan kita bersama. Jadi tinggal sisa bed (tempat tidur) 9,78 persen, atau sisa bed-nya 723," jelas Arifin.

Baca juga: Petugas Gali Kubur di TPU Pedurenan Bekasi Kewalahan, Gali Liang Jenazah Covid-19 Pakai Alat Berat

Tersisanya 723 tempat tidur di Wisma Atlet merupakan akibat dari penambahan dengan jumlah cukup tinggi.

Dalam 24 jam terakhir, lanjut Arifin, ada penambahan pasien Covid-19 sebanyak 705 orang.

"Kemarin masuk pasien dalam 24 jam, sehari, ada 705," kata Arifin.

Sehingga, jika hari ini ada penambahan dengan jumlah di atas 700 lagi, maka Wisma Atlet akan penuh.

Arifin menambahkan, Wisma Atlet kini hanya diperuntukkan bagi pasien yang mengalami gejala serta yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).

Sedangkan untuk pasien tanpa gejala (OTG) akan dialihkan ke Rumah Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, untuk menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, berdasarkan laporan jurnalis KompasTV, penambahan pasien di Rusun Nagrak meningkat hampir 2 kali lipat.

Sebelumnya ada 121 pasien OTG menjalani isolasi mandiri, tetapi pada Rabu (23/6/2021) malam, naik menjadi 232 pasien.

Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

Gubernur DKI Jakarta, Anies Basewedan, setelah melakukan peninjauan Rusun Nagrak, mengatakan akan ada lima tower yang dioperasikan.

Satu tower dikhususkan untuk tenaga kesehatan, sedangkan sisanya dikhususkan bagi pasien.

Hal ini diharapkan agar pasien Covid-19 tanpa gejala dapat menjalani isolasi mandiri terpadu, tanpa memaparkan virus ke anggota keluarga.

Adapun penggunaan Rusun Nagrak sebagai tempat khusus isolasi mandiri, karena okupasi di Wisma Atlet Kemayoran sudah hampir penuh.

Kemudian di Wisma Atlet Pademangan yang memang dikhususkan bagi pasien tanpa gejala, juga hampir penuh.

Sehingga diperlukan tempat untuk merawat pasien tanpa gejala atau komorbid, yaitu Rusun Nagrak.

Mengenai prosedur di Rusun Nagrak, ada dua waktu yang telah ditentukan petugas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Baca juga: 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Pusat Masih Kosong, OTG di Rusun Nagrak

Di mana ada waktu untuk menerima pasien, dan ada waktu untuk mengeluarkan pasien yang telah dinyatakan negatif Covid-19.

Untuk pasien yang telah dinyatakan sembuh dan bisa keluar dari Rusun Nagrak, diberikan waktu pada pukul 08.00-12.00 WIB.

Sedangkan untuk menerima pasien, yakni pukul 12.00-18.00 WIB.

Lebih lanjut, pasien yang datang ke Rusun Nagrak harus mengikuti alur yang sudah ditentukan Satgas.

Alurnya, yaitu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus mendapat surat rujukan dari Puskesmas atas persetujuan Wisma Atlet.

Dari Wisma Atlet, tenaga kesehatan akan memeriksa mana saja pasien tanpa gejala, dan mana pasien yang memiliki gejala atau komorbid.

Jika pasien memiliki gejala atau komorbid, maka pasien tersebut akan dirawat di Wisma Atlet.

Namun, jika pasien tidak memiliki gejala, maka pasien tersebut akan dialihkan ke Rusun Nagrak, dengan catatan pasien harus dibawa menggunakan ambulans atau bus sekolah.

Baca juga: 4 Hari Dibuka, Rusun Nagrak Sudah Kedatangan 251 Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Lebih jauh, hingga kini baru satu tower di Rusun Nagrak yang beroperasi atau siap menerima pasien, yakni tower tiga.

Untuk tower lainnya masih belum beroperasi karena logistik pendukungnya belum dipenuhi oleh Pemprov DKI Jakarta maupun Satgas.

Adapun karena Rusun Nagrak dikhususkan untuk isolasi mandiri, maka tidak ada ruang ICU di tempat tersebut.

Saat ini, ada 10 dokter dan 20 perawat yang bertugas di Rusun Nagrak, tetapi Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan, nantinya akan ada penambahan tenaga kesehatan.

Sehingga diharapkan nantinya akan ada 10 dokter dan 50 perawat yang memantau jalannya isolasi mandiri pasien Covid-19 tanpa gejala. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved