Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Varian Baru Covid-19 Belum Teridentifikasi di Bekasi, Wali Kota: Penyebaran Sekarang Lebih Cepat

Lonjakan kasus Covid-19 terjadi akhir-akhir ini di hampir seluruh wilayah, di Kota Bekasi varian baru belum teridentifikasi tetapi penyebarannya cepat

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona - Lonjakan kasus Covid-19 terjadi akhir-akhir ini di hampir seluruh wilayah, di Kota Bekasi varian baru belum teridentifikasi tetapi penyebarannya cepat 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Lonjakan kasus Covid-19 terjadi akhir-akhir ini di hampir seluruh wilayah, di Kota Bekasi varian baru belum teridentifikasi tetapi penyebaran disebut semakin cepat.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dia mengatakan, hingga data evaluasi penanganan Satgas Covid-19 belum ditemukan kasus varian baru.

"Kalau penyebarannya begitu cepat, ini kan beda dengan tahun lalu, ini cepat sekali nih, cepat menyebar," kata Rahmat, Senin (28/6/2021).

"Itu (temuan kasus varian baru) nanti yang menentukan hasil laboratorium, saya belum bisa menyimpulkan. Tapi penyebarannya sangat cepat," tambah pria yang akrab disapa Pepen.

Berdasarkan data situs corona.bekasikota.go.id, angka kumulatif Covid-19 di Kota Bekasi hingga Senin (28/6/2021) sebanyak 52.210 kasus terkonfirmasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dijumpai di Posko Satgas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (22/6/2021).
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dijumpai di Posko Satgas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (22/6/2021). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Dari jumlah kumulatif itu, sebanyak 48.532 kasus dinyatakan sembuh, 3005 masih dalam perawatan atau kasus aktif dan 672 kasus Covid-19 meninggal dunia.

Imbas dari melonjaknya kasus Covid-19 mengakibatkan, tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rawat inap isolasi pasien di seluruh rumah sakit mencapai 84 persen.

Upaya peningkatan kapasitas rumah sakit telah dilakukan, salah satunya di RSUD Chasbullah Abdulmadjid yang membuat delapan tenda darurat sebagai fasilitas triase.

Baca juga: Piala Wali kota Solo Batal Bergulir, Gibran Rakabuming Langsung Ditelepon Ganjar dan Kapolda Jateng

Baca juga: Cek di Sini Daftar Lengkap 140 Rumah Sakit Covid-19 di DKI

Baca juga: CATAT! 11 Kampus Buka Jalur Mandiri Sampai Juli 2021, Cek Jadwal dan Biaya Pendaftarannya

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah berupaya bekerjasama dengan Rumah Sakit Budi Lestari agar disulap menjadi rumah sakit rujukan khsusu Covid-19.

"RS Budi Lestari yang mau kerjasama ada 180 bed (tempat tidur) mau kita tampung di situ, lalu RS Darurat  Stadion Patriot  juga belum dimaksimalkan, kita akan tambah kapasitasnya," tegas Pepen.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved