Antisipasi Virus Corona di Bekasi

72 Kasus Kematian Dalam Sehari, Wali Kota Bekasi Tetapkan Kondisi Darurat Covid-19

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya kini menetapkan kondisi darurat Covid-19 menyusul tingginya kasus kematian.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga - Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya kini menetapkan kondisi darurat Covid-19 menyusul tingginya kasus kematian. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya kini menetapkan kondisi darurat Covid-19 menyusul tingginya kasus kematian.

"Kita tetapkan sekarang darurat kan sudah 72 orang yang meninggal dalam sehari belum yang diambil dari rumah sakit lain kan masih banyak," kata Rahmat di Stadion Patriot, Rabu (30/6/2021).

TONTON JUGA

Pepen sapaan akrabnya mengatakan, kondisi ini juga secara otomatis bisa disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat.

"Tidak semua daerah punya PPKM Mikro darurat, pemerintah pusat mengeluarkan PPKM Mikro, nah kalau ternyata tingkat penyebarannya melebih dari kapasitas, maka saya selaku kepala daerah mengambil inisiatif menetapkan kedaruratan," ucapnya.

Indikator tingkat kedaruratan penyebaran Covid-19 tidak hanya dilihat dari angka kematian yang meningkat, tetapi dari kapasitas rumah sakit yang kian memprihatinkan.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengucapkan selamat HUT ke-494 kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengucapkan selamat HUT ke-494 kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

"Darurat apa ukurannya? pasiennya bertambah, kapasitas pelayanan kesehatannya terganggu, sampai dengan proses pemakaman maka saya tetapkan di Kota Bekasi, PPKM Mikro Darurat," tegasnya.

Pemberlakuan PPKM Mikro Darurat lanjut dia, berupaya menekan penyebaran dan memfilter warga terkonfirmasi Covid-19 yang perlu dirujuk ke rumah sakit mulai dari tingkat RT/RW.

Baca juga: Dimulai Besok, Vaksinasi Massal 25.000 Peserta Digelar di Stadion Patriot Bekasi: Catat Jadwalnya!

"Pengendalian sekarang sudah tidak bisa makro, kalau keadaan sekarang ini saya mah enggak makro harus mikro. Untuk evaluasi, sekarang ada posko-posko mengurai dari hulu (RT/RW)," tuturnya.

Posko yang dimaksud ialah, pengendalian yang dilakukan Satgas Kelurahan dengan berkordinasi pengurus RT/RW untuk membantu warga yang terkonfirmasi positif.

Lingkungan tempat tinggal yang ditemukan klaster penularan Covid-19 langsung diminta mendirikan posko, petugas gabungan nantinya akan melakukan tracing, testing dan treatment (3T).

TONTON JUGA

"Kalau mencret dan pusing isolasi dirumah, tapi kalau sudah sesak nafas ini bawa ke triase (RSUD Kota Bekasi) karena disini ada dokter dan oksigen."

"Kalau ada komorbid ada jantung bawa ke rumah sakit umum," terang dia.

Baca juga: Manfaat Membaca Surat Yasin Ayat 1-83 Menurut Ustaz Yusuf Mansur, Bisa Buka Pintu Rezeki

Berdasarkan data situs corona.bekasikota.go.id, angka kumulatif Covid-19 di Kota Bekasi hingga Selasa (29/6/2021) sebanyak 53.768 kasus terkonfirmasi.

Dari jumlah kumulatif itu, sebanyak 49.673 kasus dinyatakan sembuh.

3405 masih dalam perawatan atau kasus aktif dan 690 kasus Covid-19 meninggal dunia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved