Sisi Lain Metropolitan

Cerita Hendi, Sopir UPAS DKI Penyintas Covid-19 yang Sempat Diusir dari Kontrakan: Cuma Bisa Sabar

Cerita Hendi anggota UPAS DKI Jakarta, sering antar pasien Covid-19 hingga akhirnya dinyatakan terpapar. Keluarga sempat diusir dari kontrakan

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Hendi, pegawai UP Angkutan Sekolah DKI Jakarta yang sempat diusir dari kontrakan saat dinyatakan poaitif Covid-19, Kamis (1/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sedari awal pandemi, sejumlah bus sekolah telah beralihfungsi untuk mengantarkan pasien Covid-19 ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta Pusat.

Hal ini tentunya membuat para pekerja yang tergabung dalam Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) DKI Jakarta turut terlibat dalam penanganan Covid-19.

TONTON JUGA

Tak jarang di antara mereka ikut terpapar Covid-19 meskipun protokol kesehatan telah diterapkan secara ketat.

Satu diantaranya ialah Hendi Nur Hidayat (32).

Menjadi bagian dari UP Angkutan Sekolah DKI Jakarta sedari tahun 2019, ia tak pernah membayangkan bila harus mengantarkan pasien Covid-19.

Hendi, pegawai UP Angkutan Sekolah DKI Jakarta yang sempat diusir dari kontrakan saat dinyatakan poaitif Covid-19, Kamis (1/7/2021).
Hendi, pegawai UP Angkutan Sekolah DKI Jakarta yang sempat diusir dari kontrakan saat dinyatakan poaitif Covid-19, Kamis (1/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Namun, sebagai bentuk dedikasi dan tanggung jawabnya dalam bekerja, ia melakoni semuanya dengan penuh keikhlasan.

Sampai puncaknya ia dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 pada Oktober 2020 lalu.

Baca juga: Stok Tabung Gas Oksigen di Pasar Manggis Jakarta Selatan Kosong

"Sebelumnya gak terbayang pastinya. Tapi memang harus ikhlas karena datangnya penyakit juga dari Yang Maha Kuasa," jelas Hendi kepada TribunJakarta.com, Kamis (1/7/2021).

"Kita juga lakukan pemeriksaan swab mau PCR test secara berkala. Tapi saya dinyatakan positif pada bulan Oktober 2020 lalu," tambahnya.

Sedih dan gundah ia rasakan saat itu, mengingat harus menjalani isolasi mandiri dan jauh dari istri dan anaknya.

Namun, dukungan dari keluarga dan rekan kerjanya membuatnya semangat dan mengabari segera kondisinya itu agar tracing berlangsung cepat dan tepat.

TONTON JUGA

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved