Persija Jakarta
Tak Buru Gelar Pribadi, Pilar Persija Rohit Chand: Saya Adalah Team Player
Pilar Persija Jakarta Rohit Chand menegaskan tak memburu gelar pribadi. Ia menegaskan tujuan utama hasil baik bagi Macan Kemayoran.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pilar Persija Jakarta Rohit Chand menegaskan tak memburu gelar pribadi.
Meskipun, Rohit pernah menyabet gelar pemain terbaik Liga 1 2018.
Gelar tersebut menjadi trofik personal pertama pesepak bola asal Nepal di kompetisi Indonesia.
Terpenting, kata Rohit, Macan Kemayoran meraih trofi Liga 1 2021.
“Saya adalah team player. Buat saya, yang lebih penting adalah hasil baik bagi tim. Saya pun selalu berfokus akan hal tersebut,” kata Rohit dikutip dari laman resmi klub, Kamis (1/7/2021).
Baca juga: Jakpro Optimalkan Calon Markas Baru Persija Stadion JIS Sebagai Kawasan Kota Layak Huni
Sejak bergabung dengan Persija Jakarta pada 2014, Rohit Chand telah menjadi salah satu pemain andalan di lini tengah.
Ia pun telah meraih sejumlah trofi bersama Macan Kemayoran, mulai dari turnamen pramusim Piala Presiden dan Piala Menpora hingga Liga 1.

Lalu apa target Rohit Chand pada musim kompetisi Liga 1 2021?
"Buat saya, gelar personal itu adalah bonus,” kata Rohit sambil tersenyum.
Ia pun berharap Persija dapat mengulang raihan positif di 2018 pada tahun ini, kali ini di bawah komando pelatih asal Italia, Angelo Alessio.
“Masih terlalu awal untuk mengatakan kami akan juara. Tapi mentalitas seperti itu, bahwa kami bisa juara, penting untuk mengarungi Liga 1,” pungkas Rohit.
Tak Sulit Beradaptasi dengan Angelo Allesio

Pilar Persija Jakarta Rohit Chand menilai tak sulit beradaptasi dengan pelatih anyar Macan Kemayoran Angelo Alessio.
Pemain asal Nepal itu baru bergabung dalam pemusatan latihan Persija Jakarta sepekan terakhir.
Pasalnya, Rohit harus membela Timnas Nepal pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.
“Meski baru bergabung, menurut saya adaptasi dengan Angelo tidak sulit,” kata Rohit dikutip dari laman resmi klub pada Rabu (30/6/2021).
Baca juga: Pindah dari Persija Jakarta ke Persib Bandung Jelang Liga 1 2021, Marc Klok Dianggap Ksatria
Rohit mengatakan kelancaran adaptasi tersebut dikarenakan strategi sepak bola sejatinya tidak jauh berbeda.
Dengan sedikit penyesuaian, hal tersebut disebutnya bakal berjalan baik.
“Apalagi saya di sini sudah bertahun-tahun dan mengenal karakter pemain lain,” imbuhnya.
Secara personal, Rohit pun terkesan dengan sosok Angelo Alessio.
Saat pertemuan pertama, Angelo disebut Rohit tak segan bertanya perihal tim nasional Nepal.
“Beliau bertanya soal bagaimana tim nasional Nepal dan bagaimana saya di sana. Itu sangat menyenangkan,” kata Rohit lagi.
Apakah Rohit Chand bakal sukses bersama Angelo Alessio pada Liga 1 2021 nanti?
“Masih terlalu awal untuk mengatakan kami akan juara. Tapi mentalitas seperti itu, bahwa kami bisa juara, penting untuk mengarungi Liga 1,” pungkas Rohit.
Setia bersama Persija Jakarta

Pemain Persija Jakarta Ismed Sofyan dan Rohit Chand. Kedua pemain tersebut termasuk pemain yang paling lama membela Persija Jakarta. (Media Persija)
Gelandang Persija Jakarta, Rohit Chand mengungkapkan rahasia besar pernah ditawar beberapa tim besar di dalam maupun luar Indonesia.
Rohit mengatakan, penampilan gemilangnya di tim Macan Kemayoran mampu membuat tim-tim lain kepincut.
Tak jarang, tim-tim lain yang menginginkannya menawarkan kontrak besar agar bisa memuluskan langkah berpindah klub.
Pemain asal Nepal itu tidak menyebut secara rinci tim mana saja yang menginginkan jasanya.
Namun, Rohit sudah memiliki tekad besar untuk tetap bertahan bersama tim yang dicintainnya yakni Persija Jakarta.
“Sejatinya saya juga banyak tawaran lain di luar. Akan tetapi Persija selalu ada di hati dan pikiranku," kata Rohit Chand dalam wawancara dengan Persija Tv.
Faktor lain yang membuat Rohit Chand betah di Persija Jakarta adalah dukungan luar biasa dari suporter The Jakmania.
Menurut Rohit, suporter yang identik dengan warna oranye itu selalu ada ketika tim sedang dalam tren positif ataupun sebaliknya.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan besar pemain berusia 28 tahun tersebut bertahan di tim Ibu Kota.
"Selain itu saya melihat dukungan luar biasa dari Jakmania. Mereka tetap ada saat tim sedang dalam tren baik maupun sebaliknya. Sekali lagi saya sangat respek kepada mereka,” tutup mantan pemain T-Team tersebut.
Seperti diketahui, pemain asal Nepal itu sudah memperkuat tim Macan Kemayoran dari tahun 2013-2014, dan berlanjut tahun 2017 sampai sekarang.
Pada musim kompetisi tahun 2015, Rohit Chand sempat pergi meninggalkan Persija Jakarta dan memilih bergabung dengan tim asal Malaysia, T-Team.
Semusim berselang saat kompetisi Liga Indonesia dihentikan, pemain berusia 28 tahun itu memperkuat klub asal negaranya yakni Manang Marshyangdi.
Barulah pada Liga Indonesia tahun 2017, Rohit Chand bergabung kembali dengan tim Macan Kemayoran.
Bersama tim Macan Kemayoran, Rohit Chand mampu mendapatkan gelan individu serta prestasi juara bersama klub.
Pada tahun 2018, Rohit Chand sukses menyabet predikat pemain terbaik Liga 1, sekaligus mengantarkan Persija meraih gelar juara.