Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Tak Tega Lihat Perjuangan Tenaga Kesehatan, Martin Manurung: Ayo, Kita Rem Dulu!

Rumah sakit dan tempat isolasi mandiri pun penuh. Akibatnya, para dokter dan tenaga kesehatan kewalahan menangani para korban.

Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com
Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi Partai Nasdem Martin Manurung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah masyarakat yang terpapar virus Covid-19 semakin hari kian bertambah.

Rumah sakit dan tempat isolasi mandiri pun penuh. Akibatnya, para dokter dan tenaga kesehatan kewalahan menangani para korban.

“Ayo, kita rem dulu," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/7/2021).

Dari pengamatan Martin, saat ini di seluruh rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan sudah mendapatkan beban yang luar biasa.

Antrian sudah meluap, kamar dan tempat tidur sudah sulit didapatkan, obat-obatan dan vitamin sudah sulit untuk dibeli, apalagi peralatan-peralatan medis.

Ketua DPP Partai NasDem bidang Hubungan Internasional ini pun mengaku kasihan melihat perjuangan para dokter dan tenaga kesehatan yang mengorbankan waktu, pikiran, tenaga hingga nyawanya untuk menangani pandemi Covid-19.

“Saya sudah tidak tega melihat para tenaga kesehatan harus bekerja seperti itu, bahkan melewati batas kemampuan fisiknya. Kita sangat membutuhkan mereka,” katanya.

Karena itu, Martin meminta tolong kepada semua pihak agar bersama-sama berjuang melewati masa darurat ini. “Kita rem dulu sejenak! Semoga Tuhan menguatkan kita semua,” ujar dia.

Baca juga: Hadirkan Posko Siaga Covid-19 di 5 Wilayah DKI, NasDem Siapkan 50.000 Dosis Vaksin

Martin pun memberikan acungam jempol kepada sikap tegas Presiden Jokowi yang telah mengambil kebijakan dan mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali guna menekan penyebaran Covid-19.

Selanjutnya, Martin meminta kepada seluruh jajaran pemerintahan baik pusat maupun daerah, serta TNI dan Polri untuk menjalankan kebijakan presiden itu secara konsisten dan tegas.

“Saya tahu bahwa sebagian besar masyarakat harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak semua bisa "work from home" (WFH). Jika Anda harus bekerja, tolong pastikan memakai masker, mencuci tangan dan tidak berkerumun. Ini penting,” kata Martin. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved