Virus Corona di Indonesia
Varian Delta Disebut Rentan Serang Anak, Terapkan 5 Hal Ini Agar Si Kecil Terhindar dari Covid-19
Virus corona varian Delta disebut rentang serang anak-anak, ini 5 hal yang bisa diterapkan agar si kecil terhindar dari infeksi Covid-19.
TRIBUNJAKARTA.COM - Virus corona varian Delta disebut rentang serang anak - anak, ini 5 hal yang bisa diterapkan agar si kecil terhindar dari infeksi Covid-19.
Memasuki awal bulan Juli 2021, grafik kasus aktif Covid-19 mulai melonjak drastis.
Pada Kamis (1/7/2021) saja, jumlah kasus positif mencapai 24.836, sehinga membuat pemerintah menerapkan kembali PPKM Darurat Jawa-Bali mulai dari tanggal 3 Juli sampai 20 Juli 2021.
Lebih buruk lagi, mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terjadi peningkatan tajam penularan terhadap anak-anak.
Kasus Covid-19 pada anak naik signifikan hingga 12,6 persen dari jumlah kasus Covid-19 keselurahan.
Maka dari itu, para orangtua harus waspada dengan jenis varian baru Covid-19 yang sudah ditemukan di Indonesia.
Baca juga: Varian Delta Makin Menyebar, Ini 5 Cara Jaga Anak Terhindar dari Infeksi Covid-19
Sebab, melansir Kontan, Kemenkes menyebut varian B.1.617.2 atau Delta yang berasal di India cenderung menyerang anak-anak usia 0-18 tahun.
IDAI mencatat, konfirmasi Covid-19 pada anak berusia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen.
Artinya, 1 dari 8 kasus konfirmasi Covid-19 adalah anak-anak, dengan tingkat kematian mencapai 3-5 persen.
Melansir Kompas.com, berikut sejumlah tips mengurangi potensi penularan Covid-19 pada anak:
Baca juga: Kondisi Covid-19 di Kota Tangerang Makin Parah: Fasilitas Kesehatan Penuh, Kekurangan Nakes
1. Membatasi anak untuk melakukan aktivitas di luar rumah dan menghindari kerumunan di ruang publik.
2. Jika terpaksa membawa anak keluar rumah, anak 2-18 tahun wajib menggunakan masker dan menerapkan jarak fisik minimal dua meter dengan orang-orang lainnya. Jika memungkinkan, kenakan face shield sebagai bentuk perlindungan maksimal.
3. Berikan pengertian kepada anak untuk tidak terlalu sering memegang mulut, mata, dan hidung. Jika baru pulang dari luar rumah, arahkan anak untuk segera mandi dan membersihkan barang-barangnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Kian Melonjak, Kenali Gejala Virus Corona Varian Delta Serta Bedanya dengan Flu Biasa
Baca juga: Ketahui 6 Gejala Terinfeksi Virus Corona Varian Delta, Beserta Cara Menghadapinya
Baca juga: Segera Cek Lokasi Vaksin Covid-19 di Jakarta Tanpa Syarat KTP Domisili dan Vaksin Sinovac Gratis
4. Jauhkan anggota keluarga yang sakit dari anak. Bila perlu, lakukan isolasi pada anak untuk menjauhkan diri dari kerabat yang sedang sakit tersebut dan menghindari risiko paparan penyakit.
5. Memanfaatkan telehealth untuk berkonsultasi dengan dokter jika anak atau anggota keluarga lainnya mengalami masalah kesehatan. Ini dilakukan untui meminimalisasi kunjungan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.
Jaga kesehatan mental anak
Selain perlu menjaga anak dari potensi penularan Covid-19, pembatasan aktivitas fisik juga dapat berpengaruh pada kesehatan mental anak.
Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali tanda ketika anak mengalami tekanan emosional akibat pandemi.
Setidaknya ada tujuh tanda stress pada anak yang patut dikenali orangtua di tengah pandemi, yakni:
- Anak rewel dan lekas marah, lebih mudah terkejut dan menangis, serta lebih sulit untuk dihibur.
- Tertidur dan lebih sering terbangun di malam hari.
- Mengalami kecemasan akan perpisahan, tampak lebih melekat, menarik diri, atau ragu-ragu untuk mengeksplorasi.
- Memukul, frustrasi, menggigit, dan amukan yang lebih sering atau intens.
- Hilangnya minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.
- Perubahan nafsu makan, berat badan atau pola makan, seperti tidak pernah lapar atau makan sepanjang waktu.
- Masalah dengan memori, pemikiran, atau konsentrasi.
Baca juga: Beredar Dokumen Jadwal Seleksi CPNS 2021 Dibuka Besok, Ini Penjelasan BKN
Anjuran Memakai Masker 2 Lapis
Sebuah penelitian menyebutkan, masker bedah dapat menghalangi partikel udara yang berpotensi menularkan virus corona sebanyak 84,3 persen.
Sementara, jika kita mengenakan dua masker, yaitu masker bedah dengan masker kain, maka perlindungannya bisa meningkat hingga 96,4 persen.
"Bisa lebih efektif karena masker bedah biasanya terpasang longgar dan masih menyisakan celah di atas hidung dan pipi," ujar Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting.
Alex mengingatkan, ketika masker longgar, risikonya masih ada partikel udara maupun droplet yang bisa masuk dari celah ini.
Baca juga: Lowongan Kerja Indomaret untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Syarat dan Link Pendaftarannya
Berbeda dengan masker bedah, masker kain umumnya dapat diatur kekencangannya dan pas dipakai di wajah.
Oleh karena itu, kombinasi antara masker beda dan masker kain bisa memberikan perlindungan yang lebih baik.
Hal yang perlu dilakukan sebelum mengenakan masker dobel
Sebelum betul-betul menerapkan penggunaan masker dobel, sebaiknya kita perlu memperhatikan hal-hal berikut:
1. Jika kesulitan bernapas
Jika menggunakan masker dobel membuat kita terlalu sulit untuk bernapas, maka berhentilah menggunakan dua masker.
CDC mencatat, bernapas mungkin memang membutuhkan lebih banyak usaha ketika kita memakai masker yang pas dan menyaring udara dengan lebih baik.
Saat kita terlalu sulit bernapas, yang berbahaya bukan hanya berkaitan dengan masalah pernapasan, namun lebih mungkin melepas masker dari waktu ke waktu.
Apabila tidak masalah dalam bernapas, upayakan memakai dua masker.
2. Jika mengganggu penglihatan
CDC menyebutkan, menggunakan masker tambahan bisa menghalangi penglihatan, terutama bagi mereka yang berkacamata.
Jika penglihatan Anda menjadi terhalang gara-gara menggunakan masker dobel, maka kita perlu menghentikan praktik itu atau mencoba menemukan jenis masker lain agar penglihatan kita tidak lagi terganggu.
Sebab, penglihatan yang terganggu dapat menimbulkan bahaya bagi seseorang, misalnya risiko terjatuh atau cedera.
(TribunJakarta/Muji)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/corona467.jpg)