Breaking News:

Kecam Kritik BEM UI ke Presiden Jokowi, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional: Waktunya Tidak Tepat

kritikan yang dilakukan oleh BEM UI terhadap Presiden Joko Widodo dilakukan pada waktu yang tidak tepat.

Editor: Wahyu Aji
Koordinator Pusat Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN) Indonesia Ginka Ginting. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Pusat Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN) Indonesia Ginka Ginting menyatakan kritikan yang dilakukan oleh BEM UI terhadap Presiden Joko Widodo dilakukan pada waktu yang tidak tepat.

Menurut Ginka ditengah pandemi Covid-19 ini, seharusnya semua pihak termasuk mahasiswa saling membantu untuk keluar dari masalah kesehatan saat ini.

Dia juga menanyakan apa kontribusi yang sudah diberikan oleh BEM UI terhadap kesehatan masyarakat saat ini.

"Apa kontribusi kita terhadap masyarakat luas, karena segala sesuatu itu dimulai dari diri sendiri, apakah orang - orang yang kritik pemerintah itu sudah di vaksin?, bagaimana mereka bicara mengenai selamatkan negeri kalau keselamatan diri sendiri saja mereka belum urus" kata Ginka saat dihubungi wartawan, Minggu (4/7/2021).

Ginka juga menyebutkan kritikan yang dilontarkan oleh BEM UI tersebut bisa berujung kepada tindakan makar dan penggiringan opini jika terus dilihat dari satu sisi.

Dia meminta agar BEM UI dan BEM universitas lain untuk melihat dari berbagai sudut secara global sebelum mengkritik pemerintah.

"Tidak ada pemerintahan yang sempurna pasti ada kekurangan dan jadi seorang pemimpin itu tidak mudah. Berapa ratus juta jiwa rakyat Indonesia yang harus ditanggung dan dipikirkan oleh pak Jokowi hari ini, kan kita tidak boleh egois," lanjutnya.

Baca juga: Anggap Biasa Kritik BEM UI, Jokowi: Dulu Saya Dibilang Klemar-klemer, Planga-plongo, Otoriter

Baca juga: Setelah Posting Jokowi The King Of Lip Service, BEM UI Meradang Akun Pesan Instan Anggotanya Diretas

Dia juga sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu terkait kebebasan berpendapat.

"Saya sepakat dengan Pak Jokowi yang mengatakan boleh saja beliau dikritik ada tapi nya, mendahulukan etika. Karena kita Indonesia negara yang santun," tutur Ginka.

Ginka juga menyoroti badan eksekutif mahasiswa dari beberapa universitas yang ikut mengkritik Presiden Jokowi dengan menggunakan meme.

Menurut Ginka, tindakan tersebut merupakan ajang cari panggung ditengah pandemi Covid-19.

"Indonesia sedang dalam masa pandemi, bahkan ada virus varian baru. Pemerintah sedang berjuang menyelamatkan bangsa dan rakyatnya, namun ada saja segelintir orang yang mencari perhatian ditengah sekaratnya bangsa ini, itu sangat memprihatinkan," kata Ginka.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved