Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pemotor Adu Mulut dengan Petugas di Pos Penyekatan, Pengendara: Kenapa Saya Disuruh Putar Balik?

Pengendara sepeda motor dari arah Depok yang terjaring di pos penyekatan Jalan Raya Bogor depan PT Panasonic sempat menolak saat diminta putar arah

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Pengendara motor yang terjaring di pos penyekatan PPKM Darurat saat terlibat adu mulut dengan petugas di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (4/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Insiden adu mulut antara petugas dengan pengguna jalan terjadi di pos penyekatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pengendara sepeda motor dari arah Depok yang terjaring di pos penyekatan Jalan Raya Bogor depan PT Panasonic sempat menolak saat diminta petugas berputar arah karena adanya pembatasan.

Meski petugas gabungan sudah menjelaskan selama PPKM Darurat berlaku tanggal 3-20 Juli 2021 mobilitas warga dibatasi guna mencegah penularan meluas pria tersebut tetap menolak.

"Kenapa saya disuruh putar balik pak, alasannya apa," kata seorang pria pengendara sepeda motor kelas petugas dengan nada tinggi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (4/7/2021).

Dia sempat menolak diputar balik petugas gabungan di pos penyekatan Kecamatan Pasar Rebo dengan alasan saat menuju Jakarta melalui akses Universitas Indonesia (UI) sudah dilarang petugas.

Petugas gabungan yang berjaga di lokasi pun berupaya menenangkan pria berusia sekitar 50 tahun agar menurunkan nada bicara dan mengenakan masker secara benar, bukan diletakkan di dagu.

"Bapak jangan ngotot dong, enggak usah emosi. Dipakai dulu maskernya yang benar. Bapak memang mau ke mana, ada perlu apa?" ujar satu petugas.

Setelah emosinya menurun dan memperbaiki masker dikenakannya, pria tersebut menjawab bahwa dia hendak menuju ITC Roxy, Jakarta Barat bersama istrinya untuk membeli handphone.

Menurutnya petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Damkar tidak menjelaskan secara detail alasan mobilitas warga masuk Jakarta dibatasi karena tingginya lonjakan kasus Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved