Tak Ada yang Berani, Aksi Polisi Memulasarakan Jenazah Terpapar Covid-19 Pakai APD Seadanya
Aksi heroik diperlihatkan anggota Sat Samapta Polrestabes Semarang Aiptu Andi Surwano saat memandikan jenazah terpapar Covid-19. Ini kisahnya.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi heroik diperlihatkan anggota Sat Samapta Polrestabes Semarang Aiptu Andi Surwano saat memandikan jenazah terpapar Covid-19.
Pasalnya warga tak ada yang berani memandikan jenazah saat tahu berstatus terpapar Covid-19.
Jenazah tersebut merupakan tetangga Aiptu Andi. Peristiwa anggota polisi memulasarakan jenazah Covid-19 terjadi di Perum Graha Sendangmulyo Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.
Andi mengatakan jenazah tersebut baru saja meninggal di rumah dan tidak satupun yang tahu bahwa berstatus terpapar Covid-19.
Saat di bawa ke rumah tetangganya tersebut, jenazah diketahui terpapar Covid-19.
Baca juga: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo Terpapar Covid-19
Anggota Kasubnit Pam Obvit Satsamapta Polrestabes Semarang ini lalu menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa jas hujan, jaket polisi hijau, sarung tangan, face shield saat memandikan jenazah.
Berbekal ilmu pemulasaran jenazah Covid 19 yang dimiliki, dia memberanikan diri.
APD yang digunakan seadanya.
"Saya menggunakan APD dirangkap jas hujan, dirangkap jaket polisi, sepatu boot saat memandikan jenazah. Masker saya rangkap tiga, pakai face shield juga. Yang saya tidak punya itu sarung tangan, maka saya lalu meminta tetangga yang merupakan petugas Puskesmas," jelasnya.
Tidak ada satu pun warga yang ikut mendampingi pemulasaraan, kecuali modin setempat.
"Saat dipulangkan dari rumah sakit ke rumah. Warga tidak ada yang berani. Pak modin tidak mempunyai teman. Akhirnya saya diundang," kata Andi, Minggu (4/7/2021).
Baca juga: Bupati Bekasi Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kini Dirawat di ICU RS Siloam Tangerang
Awalnya, Andi harus beradu argumen dengan istrinya saat memulasarkan jenazah covid 19.
Namun dirinya bisa meyakinkan istrinya untuk menolong memulasarakan jenazah
"Awalnya saya ribut sama istri karena takut terpapar saat memandikan jenazah. Tapi saya bilang yang saya lakukan untuk menolong orang," ujarnya.
Andi telah mengetahui banyak risiko yang harus dihadapinya saat memulasarakan jenazah.
Dirinya dengan telaten memandikan jenazah.
"Saya bermodal semprotan buat burung, lalu saya isi dengan cairan disinfektan. Secara aturan tidak boleh dimandikan. Tapi Mudinnya minta dimandikan, maka saya mandikan," tuturnya.
Baca juga: 10 Warga Depok Terkonfirmasi Varian Covid Delta, Wali Kota Minta Tingkatkan Kewaspadaan Diri
Andi telah mengetahui risiko yang dihadapi saat menjadikan jenazah.
Dirinya harus mengkarantina setelah melakukan pemulasaraan.
"Saya tidak langsung pulang ke rumah setelah memandikan jenazah. Saya mandi di rumah yang satunya dan baju saya beserta jas hujan langsung saya rendam detergen. Ya begitulah risikonya," jelasnya.
Ia menuturkan, setelah jenazah dimandikan, lalu dimakamkan ke Demak.
Jenazah itu diangkut menggunakan mobil PMI.
"Saya meminta doa agar saya kuat dapat membantu masyarakat," tandasnya.
Peristiwa Lain
Pasien Covid-19 Kabur dari Rumah Sakit Ditemukan Meninggal di Selokan
Seorang pasien Covid-19 nekat kabur saat tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Pasien Covid-19 yang tengah dirawat di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta itu diduga kabur saat malam hari.
Nahasnya, ketika pagi harinya, pasien tersebut ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di selokan.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (03/07/2021) pagi.
Ditemukannya mayat di selokan depan RSUD Wonosari menggegerkan warga dan para keluarga pasien yang ada di RSUD Wonosari.
Apalagi saat ditemukan, jasad itu masih mengenakan kateter (selang medis).
Kapolres Gunungkidul AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah menyampaikan jasad tersebut merupakan pasien rujukan UGD RSUD Wonosari.
"Diduga korban melarikan diri, lalu terjatuh ke selokan tersebut," kata Aditya saat dikonfirmasi.
Baca juga: Selama 4 Hari di Bulan Juli, 138 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Tangsel
Adapun penemuan jasad tersebut diketahui oleh seorang pekerja RSUD Wonosari dan warga.
Sekitar pukul 09.40 WIB, pekerja tersebut mendapat laporan warga jika ada orang yang jatuh di selokan depan RS tersebut.
Bersama rekannya, pekerja itu pun datang untuk memastikan temuan tersebut.
Begitu melihat jasad, ia langsung melapor ke Kepala Satpam RSUD Wonosari, yang kemudian mengontak Polres Gunungkidul.
"Aparat kami lantas datang ke lokasi bersama petugas PMI dan Koramil untuk melakukan evakuasi," jelas Aditya.
Menurutnya, jasad tersebut langsung diperiksa di Ruang Jenazah RSUD Wonosari guna menghindari kerumunan.
Adapun hasil pemeriksaan menyatakan korban sudah meninggal dunia selama 4 jam hingga akhirnya ditemukan.
Berdasarkan penelusuran, Aditya mengatakan jasad tersebut adalah AS (39), warga asal Kalurahan Getas, Kapanewon Playen.
Baca juga: Jika Ingin Covid-19 Selesai, Anies Baswedan: Caranya Tinggal di Rumah dan Ikut Vaksinasi
Info yang didapat, ia disebut melarikan diri saat malam hari.
"Saat ini kasus dalam penanganan petugas INAFIS, Satreskrim Polres, serta RSUD," katanya.
Terpisah, Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi membenarkan jika AS merupakan warga asal Getas.
Menurutnya, AS menjadi satu di antara pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Ia menyatakan pihaknya turut terlibat dalam penyelidikan.
Namun, belum diketahui kapan AS dibawa ke RSUD Wonosari.
"Masih kami selidiki dan mengumpulkan data," kata Hajar.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul BREAKING NEWS : Pasien UGD Ditemukan Meninggal di Selokan Depan RSUD Wonosari dan di TribunJateng.com dengan judul Tak Ada Warga Berani Urus Jenazah Covid 19, Aiptu Andi Turun Tangan Memulasarakan Tetangganya,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/proses-pemakaman-jenazah-covid-19-di-tpu-pedurenan-kota-bekasi-minggu-762021.jpg)