Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Wajib Bawa Sertifikat Vaksin Covid-19, 100 Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Gagal Terbang

Hari pertama PPKM darurat diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta, sekira 100 orang gagal terbang karena tidak membawa surat atau sertifat vaksin

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Situasi terkini di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta - Hari pertama PPKM darurat diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta, sekira 100 orang gagal terbang karena tidak membawa surat atau sertifat vaksin 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pada hari pertama PPKM darurat diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta, ada sekira 100 orang yang gagal terbang.

Mereka disinyalir tidak membawa surat atau sertifikat vaksin Covid-19 minimal dosis pertama.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Holik Muardi menerangkan, hal tersebut sudah tertuang salam surat edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 45 Tahun 2021.

"Sampai saat ini berdasarkan informasi yang kami terima baik di Terminal 2 maupun di Terminal 3 itu sekitar 100 orang dilakukan reschedule," beber Holik saat dihubungi, Senin (5/7/2021).

Maka dari itu, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama (KCU) Bandara Soekarno-Hatta memberikan toleransi kepada penumpang yang belum mengumpulkan syarat terbang saat PPKM Darurat.

ILUSTRASI suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta saat masa pengetatan mudik Lebaran 2021, Senin (25/5/2021).
ILUSTRASI suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta saat masa pengetatan mudik Lebaran 2021, Senin (25/5/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Toleransi yang diberikan adalah menjadwal ulang alias reschedule tiket pesawat yang sudah terlanjur dibeli mulai dari tanggal 5 sampai 20 Juli 2021.

Sebab, sebagaimana diketahui sekarang penumpang pesawat terbang wajib membawa sertifikat vakin minimal dosis pertama.

Juga membawa surat hasil tes negatif PCR yang sampelnya diambil dua hari sebelum berangkat.

Baca juga: 60 WNA Terjaring Razia PPKM Darurat saat Berkerumun di Kelapa Gading, 43 Orang Tak Punya Paspor

Holik menjelaskan, kalau keputusan tersebut juga atas persetujuan maskapai.

"Penumpang yang mau melakukan perjalanan ada yang kurang persyaratannya, maka itu dilakukan reschedule sambil menunggu penumpang tersebut melakukan tes (Covid-19) atau pun melakukan vaksin," tutup Holik.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved