Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

9.605 Pengendara Diputar Balik di Pos Penyekatan PPKM Darurat Jakarta Timur

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riky Erwinda mengatakan jumlah tersebut akumulasi sejak tanggal 3 Juli hingga 6 Juli

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Pasar Rebo perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Depok, Senin (5/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sebanyak 9.605 pengendara bermotor diputar balik petugas di pos penyekatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jakarta Timur.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riky Erwinda mengatakan jumlah tersebut akumulasi sejak tanggal 3 Juli hingga 6 Juli 2021 pukul 08.00 WIB.

"Penyekatan dilakukan tim gabungan di tiga lokasi perbatasan, berlaku bagi semua jenis kendaraan. Sampai saat ini sudah 9.605 kendaraan diputar balikkan," kata Riky saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021).

Ketiga lokasi yakni di Jalan Raya Bogor depan PT Panasonic perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Depok, Jalan Raya Kalimalang, kawasan Lampiri perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Bekasi.

Lalu kolong Tol JORR Cacing perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Bekasi, ketiga lokasi pos penyekatan dijaga petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Damkar.

"Kendaraan yang diputarbalikkan terdiri dari roda dua sebanyak 5.835. Kemudian kendaraan roda tiga 18 unit, roda empat ada 3.602, dan kendaraan lebih dari roda empat (truk) ada 150," ujarnya.

Baca juga: Buka Saat PPKM Darurat, Pengelola Plaza Kenari Mas Diperiksa Polisi: Pemprov DKI Tak Mau Kompromi

Baca juga: Bubarkan Kerumunan di Depan Plaza Kenari Mas, Polisi Semprot Warga Pakai Water Canon

Baca juga: Ambulans Antre Antar Jenazah di TPU Rorotan, Kesedihan Ariza Tak Terbendung: Saya Pernah Kehilangan

Riky menuturkan selama PPKM Darurat berlaku hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang hanya pekerja sektor esensial dan kritikal yang diperkenankan melintas masuk atau keluar Jakarta.

Sementara pekerja sektor lainnya dilarang melintas atau diminta bekerja dari rumah guna mencegah penularan Covid-19 meluas, mengingat sejak libur Idulfitri 1442 Hijriah terjadi lonjakan kasus.

"Kendaraan tidak diperkenankan melintas masuk wilayah Jakarta jika tak memiliki alasan yang tepat dan masuk dalam pengecualian," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved