Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Gubernur Anies Ingatkan Perusahaan yang Masih Nekat Langgar PPKM Darurat Siap-siap Sanksi Tegas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengambil langkah tegas bagi perusahaan yang melanggar ketentuan PPKM Darurat.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan Panglima Kodam atau Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Rabu (7/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKINI - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengambil langkah tegas bagi perusahaan yang melanggar ketentuan PPKM Darurat.

PPKM Darurat diterapkan mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli mendatang.

Dalam aturan itu, disebutkan bahwa perusahaan di sektor non-essential diwajibkan bekerja di rumah (WFH) bagi 100 persen pekerjanya.

Dengan demikian, hanya pekerja-pekerja di sektor tertentu yang diperbolehkan untuk work from office atau bekerja di lokasi tempat bekerja.

Meliputi sektor kesehatan, energi, keamanan, kontruksi, pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari, dan lain-lain.

"Jadi (yang melanggar) kita catat perusahaannya, maka yang diproses perusahaan nya," kata Anies, Rabu (7/7/2021).

Anies, turut meninjau para pekerja di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, di hari kelima implementasi PPKM Darurat hari ini.

Baca juga: Gubernur Anies Temukan Masih Banyak Pekerja Non Esensial yang Masuk Kantor Hari ke 5 PPKM Darurat

Bersama dengan Panglima Kodam atau Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Anies menemukan masih banyak pekerja di sektor non esensial yang masuk kantor.

Seperti penjaga toko, perkebunan, pertambangan, dan lain-lain.

Menurut Anies, para pekerja tentu mengikuti aturan dari tempat ia bekerja.

Ia pun menegaskan akan segera mendatangi dan memberi sanksi tegas kepada perusahaan yang telah melanggar ketentuan tersebut.

"Pekerja pasti mengikuti aturan perusahaan. Maka dari itu kepada para petinggi perusahaan, harus ambil sikap bertanggung jawab untuk melindungi pekerja nya dan melindungi warga Jakarta,"

"Nanti perusahaan tersebut yang didatangi oleh tim kita. Jadi tidak ada (pekerja) yang dipulangkan. Tapi perusahaan tempat mereka bekerja, akan didatangi dan akan diberikan sanksi. Jadi ingat pimpinan perusahaan harus tanggung jawab terhadap perusahaan nya," tegas Anies. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved