Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Macet 3 Kilometer di Jalur Tikus, Satgas Jakarta Timur Evaluasi Efektivitas Pos Penyekatan

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan mengatakan pihaknya dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan evaluasi

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Kemacetan di jalan lingkungan permukiman warga yang jadi jalur tikus pekerja untuk meloloskan diri dari pos penyekatan PPKM Darurat, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Satgas Covid-19 Jakarta Timur tidak menampik berkurangnya kepadatan pengendara di pos penyekatan PPKM Darurat karena banyaknya warga mencari jalur tikus menghindari penjagaan.

Meski kepadatan pengendara pada Rabu (7/7/2021) di tiga pos penyekatan PPKM Darurat sudah menurun drastis dibandingkan pada Senin (5/7/2021) saat kemacetan panjang terjadi.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan mengatakan pihaknya dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan evaluasi terkait efektivitas penerapan pos penyekatan PPKM Darurat.

Baca juga: Terjaring Operasi Yustisi PPKM Darurat, 103 Perusahaan Nonesensial di Jakarta Disegel

"Apakah penurunan ini karena kesadaran masyarakat untuk tetap di rumah atau mereka mencari alternatif jalan lain yang kemudian akhirnya mereka tetap bisa masuk ke Jakarta, ini dievaluasi," kata Erwin di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021).

Pasalnya berdasar laporan warga kemacetan panjang terjadi di permukiman sekitar lokasi pos penyekatan PPKM Darurat karena pekerja non sektor esensial dan non kritikal mencari jalur tikus.

Baca juga: 2 Perusahaan di Jakarta Pusat Langgar PPKM Darurat, Manajer HRD, Dirut, hingga CEO Jadi Tersangka

Hingga pukul 13.30 WIB tadi kemacetan mencapai tiga kilometer bahkan terjadi di permukiman warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo hingga Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok.

Permukiman warga dua Kelurahan beda Provinsi tersebut berada di sekitar pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Raya Bogor, depan PT Panasonic perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Depok.

"Kita akan lihat apakah ini (pos penyekatan) berjalan dengan efektif. Ini akan terus dievaluasi, kita tetap ingin mencapai target pengurangan mobilitas hingga 50% tercapai sehingga dapat menekan penularan kasus Covid-19," ujarnya.

Erwin menuturkan pihaknya mengapresiasi bila warga ikut melakukan penyekatan di permukiman sehingga tidak dijadikan jalur tikus bagi pekerja non sektor esensial dan non kritikal.

Menurutnya meski sudah mengandalkan petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Damkar jumlah personel tetap tidak sebanding bila dibandingkan dengan warga.

"Kita berharap masyarakat menjadi aware (peduli) mengamankan wilayahnya. Mengimbau warga pekerja non sektor esensial dan non kritikal untuk tetap di rumah. Kami sangat mengapresiasi bila ada pengurus RT/RW yang melakukan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved