Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

PDIP & PSI Bereaksi Buntut Gubernur DKI Ngamuk Sidak Perkantoran: Bung Anies Tak Cukup Hanya Marah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram saat melakukan sidak perkantoran di kawasan Jakarta Pusat jadi sorotan PDIP dan PSI. Apa kata DPRD DKI?

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa/Dok Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan sidak di gedung Sahid Sudirman Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021). ubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram saat melakukan sidak di perkantoran di kawasan Jakarta Pusat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram saat melakukan sidak perkantoran di kawasan Jakarta Pusat.

Anies marah-marah karena adanya perusahaan yang masih mewajibkan karyawannya masuk saat penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali 3-20 Juli 2021.

Dalam aturan PPKM Darurat, hanya perusahaan yang bergerak di sektor esensial dan kritikal yang boleh bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Aksi Anies Baswedan marah-marah saat sidak itu pun mendapat sorotan dari
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak dan Politikus PSI William Aditya Sarana.

Baca juga: Prediksi Gubernur Anies Tepat, Kasus Aktif Covid-19 di DKI Jakarta Tembus 100 Ribu

Respon Gilbert Simanjuntak

Anggota Komisi B Gilbert Simanjuntak di Komisi B, DPRD DKI, Senin (3/2/2020)
Anggota Komisi B Gilbert Simanjuntak di Komisi B, DPRD DKI, Senin (3/2/2020) ((KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI))

Menurut Gilbert, penegakan aturan PPKM Darurat tak cukup hanya dengan marah-marah.

Ia pun mengingatkan Anies untuk menggencarkan sidak agar tak ada lagi perusahaan atau perkantoran yang melanggar aturan PPKM Darurat.

"Bung Anies tidak cukup hanya marah-marah, harus ditindak yang melanggar. Sidak juga tidak boleh angin-anginan, karena pengusaha nakal akan kucing-kucingan," ucapnya, Rabu (7/7/2021).

Selain itu, Gilbert juga meminta mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini tegas dalam memberikan sanksi.

Tujuannya agar para pelanggar jera, sekaligus memberi peringatan kepada masyarakat bahwa Pemprov DKI tak akan berkompromi dengan pelanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Anies Ngamuk Saat Sidak Perkantoran, Politikus PDIP: Jangan Angin-anginan, Marah Saja Tidak Cukup

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved