Antisipasi Virus Corona di DKI

Tekan Mobilitas Warga, Petugas Gabungan Lakukan Operasi Yustisi Mobile di Pusat Keramaian di Jakarta

Petugas gabungan akan lakukan operasi yustisi mobile selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan tinjau pos penyekatan Lampiri, Jalan Kalimalang, Jakarta Timur pada hari kelima PPKM, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Petugas gabungan akan lakukan operasi yustisi mobile selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung.

Hal ini dilakukan lantaran masih ditemukannya mobilitas warga Jakarta terutama di permukiman selama PPKM Darurat berlangsung sejak Sabtu (3/7/2021) lalu.

TONTON JUGA

"Setelah kita lakukan penyekatan ada penurunan-penurunan."

"Tapi di dalam kota sendiri ada pergerakan."

"Kami akan lakukan operasi yustisi mobile di kawasan Sudirman Thamrin, di lokasi pusat-pusat Jakarta," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran  di pos penyekatan Lampiri, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021).

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat memberikan keterangan terkait PPKM darurat di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/7/2021).
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat memberikan keterangan terkait PPKM darurat di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)

Selama operasi yustisi mobile, petugas akan menanyakan kepentingan warga yang melintas.

Bila tak memiliki kepentingan maka akan diimbau untuk kembali dan tetap berada di rumah guna menekan penyebaran Covid-19, mengingat lonjakan kasus positif di DKI Jakarta yang tinggi.

Baca juga: Anak Buah Anies Ngotot Tutup Kantor PT Equity Life Meski Perusahaan Esensial, Ini Penjelasannya

Baca juga: Berstatus Tersangka, Ini Sejumlah Kesalahan Lurah Pancoran Mas yang Gelar Hajatan sampai Bikin Heboh

"Apakah orang-orang yang melakukan pergerakan itu memang memiliki kepentingan untuk melakukan pergerakan."

"Jadi selain operasi yustisi di perkantoran kami juga akan lakukan operasi yustisi mobile khususnya di tempat-tempat yang ramai pergerakannya," tandasnya.

Pos Penyekatan PPKM Darurat Mampu Turunkan Mobilitas Warga

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran sebut hadirnya pos penyekatan pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mampu menurunkan mobilitas warga hingga 47%.

Hal ini disampaikannya saat melakukan peninjauan di pos penyekatan Lampiri, Jalan Kalimalang, Jakarta Timur bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji dan Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan.

"Ini pengamatan langsung lihat di Kalideres, lihat di sini, jadi berkurangnya bisa sampai dengan 60-70% jumlah volume kendaraan pada siang hari, pagi hari mungkin berkisar 50% kurangnya. Tapi kalau kita lihat data google mobility penurunannya sampai dengan kemarin sore itu sekitar 47%," katanya di lokasi, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Tinjau Pos Penyekatan PPKM Darurat Lampiri, Kapolda Metro Sebut Mobilitas Perlahan Mulai Tercapai

Tak bisa dipungkiri, kata Fadil, pergerakan atau mobilitas masyarakat memang masih terlihat di dalam kota Jakarta sendiri, khususnya di permukiman.

Ia menyebut kecenderungan masyarakat di permukiman melakukan mobilitas sebanyak 7%.

Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi masyarakat lainnya yang sudah melaksanakan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan tinjau pos penyekatan Lampiri, Jalan Kalimalang, Jakarta Timur pada hari kelima PPKM, Rabu (7/7/2021).
Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan tinjau pos penyekatan Lampiri, Jalan Kalimalang, Jakarta Timur pada hari kelima PPKM, Rabu (7/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Temuan di lapangan masih ada warga yang melakukan pergerakan. Ini yang terus kita perbaiki. Itu ada kecenderungan masyarakat masih melakukan pergerakan di permukiman sebanyak 7%. Mudah-mudahan pergerakan ini bisa terus kita perbaiki," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved