Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Terdampak PPKM Darurat, Kafe Ini Bentangkan Spanduk Nyeleneh: 'Jualan Kopi Kayak Open BO'

Pemilik Kafe Warung Kopi Rakjat, Aria Winata, mengatakan pembuatan spanduk itu memang bertujuan untuk mencurahkan hati kepada Tuhan

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Dokumentasi Warung Kopi Rakjat
Karyawan Warung Kopi Rakjat membentangkan spanduk bertuliskan kalimat nyeleneh nan unik di depan kedai mereka di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (4/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBINONG - Pihak kafe Warung Kopi Rakjat di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, membuat spanduk bertuliskan kalimat 'nyeleneh' nan unik. 

Spanduk itu bertuliskan "Ya Tuhan, Jualan Kopi Aja Kayak Open BO, Takut Sama Patroli. Dari Kami, Beban Keluarga."

Setelah diunggah di Instagram @warungkopirakjat pada Minggu (4/7/2021), postingan itu mengundang tawa bagi orang yang membacanya.

Namun, ada juga warganet yang menangkap tulisan itu sebagai curahan hati dari pengusaha kafe di tengah masa PPKM Darurat ini. 

Tak sedikit dari mereka memberikan komentar penyemangat untuk kafe tersebut.

Pemilik Kafe Warung Kopi Rakjat, Aria Winata, mengatakan pembuatan spanduk itu memang bertujuan untuk mencurahkan hati kepada Tuhan. Pasalnya, saat ini usaha mereka sedang diberi cobaan oleh pemerintah.

"Tujuan sebenarnya itu adalah curhat kami sama Tuhan. Kita cari rezeki dengan cara yang halal dan cobaan yang sedang diberikan ini luar biasa. Semoga kita semua bisa bertahan di kondisi saat ini hingga kembali normal," ujarnya saat dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Rabu (7/7/2021).

Baca juga: 9.605 Pengendara Diputar Balik di Pos Penyekatan PPKM Darurat Jakarta Timur

Baca juga: Dimulai Hari Ini, Cek Cara Daftar Ulang UGM Jalur Mandiri 2021 dan Persyaratannya

Baca juga: Italia Melaju ke Final Euro 2020 Usai Tumbangkan Spanyol

Aria melanjutkan kalimat spanduk itu disisipi sebuah lelucon atau joke agar menarik perhatian khalayak luas. 

Soalnya, kedua profesi itu punya kemiripan. Sama-sama kerap diawasi oleh Satpol PP.

"Karena kan kita suka lihat tempat-tempat usaha kena razia Satgas waktu pada patroli. Kalau kita tahunya yang kena razia patroli itu tempat-tempat negatif jadi ya buat lucu-lucuan aja sih," jelasnya. 

Sedangkan kata Beban Keluarga di spanduk itu ditujukan kepada teman-teman barista yang terkena PHK karena dampak pandemi Covid-19

Akibat di-PHK, mereka dianggap menjadi beban keluarga.

"Kami bersuara seperti ini dengan cara yang benar. Enggak bikin kerumunan, protokol kesehatan diterapkan. Tapi pesannya sampai. Jadi lah postingan itu. He..he..he," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved