Cerita Kriminal

Hancurnya Hati Ayah Dengar Pengakuan Sang Anak & Temannya Dirudapaksa, Berawal Ajakan Babacakan

Hati seorang ayah hancur saat mendengar pengakuan anaknya disekap dan dirudapaksa di Kabupaten Pandeglang, Banten.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Hati seorang ayah hancur saat mendengar pengakuan anaknya disekap dan dirudapaksa di Kabupaten Pandeglang, Banten. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hati seorang ayah hancur saat mendengar pengakuan anaknya disekap dan dirudapaksa di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Korban dengan nama samaran Bunga (11), Mawar (14), dan Melati (15). Ketiganya masih di bangku SD dan SMP.

Pria berisial S pun menceritakan kejadian yang menimpa sang anak dan kedua temannya tersebut.

Peristiwa pemuda merudapaksa tiga anak di bawah umur itu berawal saat pelaku mengajak korban makan bareng atau babacakan di kediaman pelaku di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sang anak dan kedua temannya masih ada hubungan keluarga dan tinggal bertetangga.

Baca juga: Siasat Berulang Dukun Gadungan Kemasukan Makhluk Halus Demi Rudapaksa Anak di Bawah Umur

Pelaku berinisial R dan A menjemput ketiga korban dengan sepeda motor.

"Kita tidak tau awalnya ke tiga pemuda itu dari mana asalnya, karena penuturan dari anak saya cuma mau main dan makan bareng," ujar S.

Setelah mendapat izin orang tua untuk bermain, kedua pelaku dan ketiga korban berangkat menuju tempat tujuan.

Ilustrasi pelecehan seksual
Ilustrasi pelecehan seksual (megapolitan.kompas.com)

Ternyata, seorang pelaku lainnya telah menunggu di rumah yang menjadi lokasi makan bareng.

Kemudian, salah satu korban meminta untuk diantar pulang setelah selesai makan bareng.

Namun, ketiga pelaku 'menahan'; korban dengan alasan sepeda motor mereka sedang dipinjam teman.

"Akhirnya sampai malam itu alasannya terus saja begitu dan sampai malam hari mereka tetap tidak bisa pulang lantaran motornya sedang ditambal," imbuhnya.

Baca juga: Permintaan Bercinta Ditolak, Pria Ajak Tiga Teman Ikut Rudapaksa Pacarnya, Kebun Karet Saksi Bisunya

Keluarga ketiga korban panik begitu malam hari buah hati mereka tidak pulang.

"Pas malam itu, keluarga semuanya sudah pada panik mencari. HP-nya semua juga sudah enggak ada yang aktif, ditanyain ke temannya, enggak ada yang tahu," tuturnya.

Pasca-menginap tersebut, pihaknya tetap tak mendapatkan kabar dari anaknya dan keponakannya tersebut selama dua hari kemudian.

Baca juga: Akhir Kisah Pria Bejat Rudapaksa Putrinya Bertahun-tahun, Vonis Kebiri Kimia dan 20 Tahun Penjara

Barulah pada hari Sabtu, pihak keluarga mendapatkan titik terang dari keberadaan anaknya dan dua keponakannya tersebut

"Ternyata mereka di rumah salah satu pelaku yang mencabulinya. Di rumah itu ternyata udah banyak orang, ada hampir 50 orang," terangnnya.

Setelah mendapatkan ketiganya, pihak keluarga pun membawa pulang korban ke rumah dan mulai mempertanyakan keadaan korban.

Sang anak yang sempat terdiam, akhirnya mulai menceritakan dirinya dan dua temannya telah disekap berhari-hari dan dirudupaksa secara terus-menerus.

"Di rumah, anak saya baru ngaku udah disetubuhi sama salah satu pemuda. Hati saya hancur mendengar itu," jelasnya.

Ketiga korban menuruti nafus bejat para pelaku karena mengancam akan membunuh dengan sebilah pisau.

Ketiga korban dapat ditemukan setelah orang tua korban mendapatkan informasi keberadaan mereka dari keponakan.

Akibat kejadian itu, anak dari S mengalami trauma mendalam dan mengurung diri di kamar.

Polisi Turun Tangan

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Mauludi mengatakan pihaknya telah bergerak cepat untuk mengamankan para pelaku setelah menerima laporan dari keluarga korban.

"Ya benar dua orang sudah kami amankan, dan satu tersangka lain masih berstatus buron dan kami akan terus kejar," ujar Fajar saat dihubungi, Kamis (8/7/2021).

Fajar mengatakan pihaknya masih terus memburu pelaku lainnya yang berstatus buron untuk bisa mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya.

Sebelumnya sekelompok pemuda di Kabupaten Pandeglang, Banten, menyekap dan merudupaksa tiga anak di bawah umur.

Peristiwa Lain

Gadis Dirudapaksa Kenalan di Hotel

Ilustrasi kekerasan seksual
Ilustrasi kekerasan seksual (Istimewa)

Gadis berinisial SD (14) dirudapaksa pria yang dikenalnya di media sosial.

Gadis berinisial SD itu dirudapaksa Joko Riyanto (22) di hotel di Demak.

Sang gadis berpamitan kepada orang tua ingin mendaftar ke sekolah di Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Namun, AD ternyata diajak Joko menginap dua hari di hotel dan merudapaksanya sebanyak enam kali.

Kasus rudapaksa itu terjadi pada 5 Juni 2021.

Kasus gadis dirudapaksa pemuda di hotel itu telah ditangani Polres Demak.

Pelaku telah diringkus anggota Polres Demak.

Kronologi

Kasatreskrim Polres Demak AKP Agil Diwiyas Sampurna menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Awalnya, SD berpamitan kepada orangtua hendak mendaftar ke sekolah di Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Lalu Joko Riyanto menjemput korban di rumah korban.

Ternyata, selama dua hari korban tidak pulang ke rumah. Hal tersebut membuat panik pihak keluarga.

Pihak keluarga sempat berkirim pesan Whatsap ke korban. Tapi korban memberikan jawaban.

"Nak pengen adimu bali omah selamet siapno duwet Rp 10 juta (Kalau ingin adikmu pulang ke rumah dalam kondisi selamat, siapkan uang Rp10juta)."

Lantas, kata Agil, pihak keluarga korban melapor ke Kepolisian Resor Demak.

"Dari penelusuruan pihak kepolisian didapati korban berada di wilayah Grobogan. Posisinya saat itu korban sama pelaku," kata dia Agil, Rabu, (7/7/2021).

Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut dia, pelaku dan korban pertama kali kenal melalui pertemanan di facebook.

Setelah itu pelaku dan korban menjalin hubungan. Menurut Agil, pelaku sudah memenuhi Pasal 332 KUHP.

"Ancaman pidana kurang, lebih 7 tahun penjara," imbuhnya.

Sementara itu, pelaku mengakui hubungan dengan korban suka sama suka.

Dia tidak mengiming-imingi apa kepada korban saat mengajaknya ke hotel.

Selama dua hari di hotel, ucapnya, tidak melakukan penganiayaan, tetapi dia mengakui sudah menyetubuhi korban.

"Sudah enam kali (menyetubuhi korban," kata Joko saat ditanya awak media.

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Dua Pelaku Rudupaksa Siswi SD-SMP di Pandeglang Berhasil Ditangkap, Satu Orang Buron

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved