Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Lonjakan Kasus Covid-19, PMI Kabupaten Tangerang Mulai Krisis Peti Mati

Dalam satu pekan kemarin ada kendala di peti jenazah Covid-19 karena kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang sangat meroket.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
PMI Kabupaten Tangerang sudah menyediakan 50 peti jenazah diperbantukan di pemakaman Covid-19 di Buniayu, hari ini Rabu (7/7/2021) datang 10 peti untuk diprioritaskan korban meninggal, Kamis (8/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Gelombang Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Tangerang terus meningkat.

Berdasarkan data resmi disitus Pemerintah Kabupaten Tangerang, menunjukan hampir 13.936 orang kasus konfirmasi total penyebaran Virus Corona.

Gelombang kematian juga terus meningkat, faktanya hingga saat ini ada 319 kasus konfirmasi meninggal karena Covid-19.

Paling sedikit, tujuh hingga delapan jenazah perhari harus diangkut Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang dari masyarakat yang awalnya melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Paling sedikit 8 orang perhari kita mengangkut jenazah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah," ungkap kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang Suranto saat dijumpai di Markas PMI, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Pemerintah Kota Tangerang Buka Posko Pengisian Tabung Oksigen Untuk Pasien Covid-19

Pasalnya, PMI Kabupaten Tangerang masih terkendala soal personel relawan.

Suranto mengatakan, dalam satu pekan kemarin ada kendala di peti jenazah Covid-19 karena kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang sangat meroket.

"Sekarang PMI Kabupaten Tangerang sudah menyediakan 50 peti jenazah untuk diperbantukan di pemakaman Covid-19 di Buniayu, hari ini Rabu (7/7/2021) datang 10 peti untuk diprioritaskan korban meninggal," bebernya.

Baca juga: Ratusan Warga Tangerang Masih Acuh Terhadap Penerapan PPKM Darurat

Dalam suatu keberangkatan menjemput jenazah, jumlah relawan PMI yang ideal berjumlah enam orang.

Namun, kata Suranto, saat ini hanya ada empat orang termasuk sopir mobil jenazah.

Itu pun sudah terbagi tiga kelompok lantaran, zona wilayah yang cukup luas di Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Perhatian, Pelanggar PPKM Darurat di Kota Tangerang Bisa Kena Tindakan Pidana Ringan

"Kita kedepankan kemanusiaan, walaupun kondisi lelah dari pagi hingga malam hari pelayanan terus silih berganti," pungkas Suranto.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved