Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pangdam Jaya Imbau Masyarakat Tetap di Rumah, Supaya Rumah Sakit Tidak Penuh

Pangdam Jaya menekankan kepada seluruh masyarakat agar sebisa mungkin tetap berada di rumah selama masa PPKM Darurat.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan Panglima Kodam atau Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meninjau ujicoba mobil vaksin keliling di Senen, Jakarta Pusat, Rabu (7/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Panglima Kodam atau Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji terus menekankan kepada seluruh masyarakat agar sebisa mungkin tetap berada di rumah selama masa PPKM Darurat.

Hal ini untuk menghindari penyebaran Covid-19. Jangan sampai, lonjakan kasus terjadi secara terus menerus.

"Saya tekankan untuk seluruh masyarakat yang ada di Tangerang sini, maupun di Jakarta, coba semaksimal mungkin untuk tidak bepergian dulu. Utamakan untuk tinggal di rumah dulu. Supaya apa? Supaya rumah sakit tidak penuh," tegas Mulyo Aji saat meninjau posko PPKM Darurat di Gerbang Tol Balaraja Barat, Kamis (8/7/2021).

Diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Jakarta masih mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 9.366 kasus baru terdeteksi pada Rabu 7 Juli 2021 kemarin.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19, PMI Kabupaten Tangerang Mulai Krisis Peti Mati

Dengan demikian, jumlah kasus aktif di Jakarta sebanyak 100.062 orang yang masih dirawat atau isolasi per tanggal 7 Juli kemarin.

Lonjakan kasus yang terjadi secara terus-menerus tentunya akan berdampak pada ketersediaan ruangan dan keterisian fasilitas-fasilitas di rumah sakit.

"Saya sudah mulai mengevakuasi beberapa OTG atau Orang Tanpa Gejala yang ada di tower 8, untuk kami pindahkan ke Nagrak. Dalam rangka apa? Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah penduduk yang memiliki gejala Covid-19 yang lebih berat. Jadi nanti kami fokuskan pada gejala yang lebih berat. Jadi nanti di tower 5, tower 7, dan tower 8 yang untuk patriasi," kata Mulyo Aji.

Selama penerapan PPKM Darurat, sebelumnya ditemukan sejumlah pelanggaran. Salah satunya, dari sektor pekerja.

Baca juga: Pemerintah Kota Tangerang Buka Posko Pengisian Tabung Oksigen Untuk Pasien Covid-19

Misalnya pelanggaran terkait protokol kesehatan, atau beberapa sektor yang tidak termaksud dalam katagori diizinkan untuk WFO atau work from office namun tetap melakukan kegiatan.

Dengan kata lain, telah melanggar ketentuan PPKM Darurat.

"Kenapa orang melaksanakan transportasi atau berkendaraan ke Jakarta? Karena di Jakarta (kantornya) masih dibuka. Sektor-sektor yang tidak esensial dan kritikal. Sehingga kalau dibuka, yang namanya pekerja mau tidak mau pasti dia berangkat ke kantor. Nah ini yang kita upayakan," kata dia.

Baca juga: Gubernur Anies: 5 Juta Warga DKI Sudah Divaksin Covid-19, Target 7,5 Juta Agustus Bisa Tercapai

"Kantor-kantor di sana yang tidak esensial, tidak kritikal, coba pekerjanya suruh kembali aja. Kalau ada yang sakit, saya di RS (Wisma) Atlet sudah melihat tidak ada satupun yang cerita bahwa disitu dikirim oleh perusahaan, tidak. Tapi masyarakat Indonesia,"

"Artinya ownernya (perusahaan) tadi nyuruh mereka masuk, dia tidak tanggung jawab. Diserahkan negara untuk ngurusnya bila kena Covid-19. Maka win win solution, supaya tidak cepet penuh, yang tidak esensial, tidak kritikal tolong upayakan kembali ke rumah. Supaya tidak ada pergerakan dari luar Jakarta ataupun di Jakarta," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved