Diduga Ditipu Pegawainya, Pengusaha di Ciracas Rugi Rp 78 Juta plus Motor Yamaha NMAX

Hery Febrianto Siregar (30), pengusaha retail di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur merugi Rp 93 juta. Begini kronologinya.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Tangkapan layar rekaman CCTV pelaku yang diduga komplotan HH saat mengemudikan Nmax berpelat B 3908 SVP berisi uang setoran sebesar Rp 79 juta, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (10/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Hery Febrianto Siregar (30), pengusaha retail di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur merugi Rp 93 juta.

Hery jadi Korban Penipuan yang diduga dilakukan pegawainya berinisial HH (21).

Uang pembayaran Rp 78 juta yang seharusnya disetor ke bank berikut motor Yamaha NMAX berpelat B 3908 SVP raib digondol dua pelaku lain diduga komplotan HH pada Kamis (8/7/2021).

Kejadian berawal saat HH diminta menyetorkan uang sebesar Rp 78 juta ke satu bank di kawasan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur sekira pukul 11.37 WIB.

"Pegawai saya ini awalnya bilang kalau di tengah jalan dia dipepet sama dua orang, diancam dipaksa menyerahkan sepeda motor. Tapi setelah dicek rekaman CCTV tidak ada kejadian seperti itu," kata Hery saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Kasus Penipuan Investasi Rp20 Miliar di Tangerang, Terdakwa Timothy Ngaku Terdampak Pandemi Covid-19

Berdasar rekaman CCTV, HH yang tiga hari sebelum kejadian hendak diberhentikan dari pekerjaan karena alasan tidak profesional justru sukarela menyerahkan sepeda motor ke pelaku.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian pun menyebut tidak ada keributan antara HH dengan pelaku yang mengambil motor Nmax berikut uang Rp 78 juta dalam bagasi sepeda motor.

"Saya dapat kabar itu pukul 12.12 WIB dan langsung datang ke lokasi, keterangan pedagang enggak ada ribut-ribut di sana. Setelahnya keterangan pegawai saya ini justru berubah, bilang dihipnotis lah," ujarnya.

Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang (uangteman.com)

Hery menuturkan dalih HH mengaku dihipnotis tersebut janggal karena uang sebesar Rp 78 juta yang ditempatkan di bagasi motor dikemas bersama KTP HH sebagai syarat penyetoran uang di bank.

Tapi HH justru masih memiliki KTP-nya, sementara uang berikut sepeda motor justru raib digondol dua pelaku yang diduga berkomplot melakukan penipuan dan penggelapan.

"Keterangan dia juga berubah, awalnya bilang kejadian di Arundina, terus di Jalan Centex. Tapi pas saya tanya kronologis itu dia enggak kayak orang linglung habis dihipnotis, sementara dia enggak luka juga," tuturnya.

Baca juga: Kakak Beradik Ditangkap Ditreskrimum Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penipuan Puluhan Miliar

Berdasar bukti rekaman CCTV saat HH menyerahkan sepeda motor kepada dua pelaku dan dugaan menipu, Hery melaporkan pegawainya ke SPKT Polsek Ciracas, Polrestro Jakarta Timur.

Dalam laporan yang diterima SPKT Polsek Ciracas itu HH disangkakan melakukan tindak pidana penipuan dan, atau penggelapan atas uang setoran dan sepeda motor NMAX.

"Pegawai saya ini memang sudah lama kerja sama saya, dari tahun 2017. Tapi selama kerja itu enggak benar, dia keluar masuk kerja seenaknya, sudah empat kali sampai sekarang. Makanya tiga hari sebelum kejadian saya mau berhentikan," lanjut Hery.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved