Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Jelaskan Penumpang yang Boleh Terbang Meskipun Belum Vaksin

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menjelaskan, ada beberapa tipe penumpang yang tidak diwajibkan membawa sertifikat vaksin Covid.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Ega Alfreda
ILUSTRASI Keadaan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta H-1 menjelang larangan mudik pada tanggap 6 sampai 17 Mei 2021, Rabu (5/5/2021). 

"Untuk mekanismenya, seperti peniadaan mudik kemarin, kami ada satu meja untuk validasi atau pengecekkan surat sertifikat vaksin, sebelum dia validasi hasil PCR," papar Holik.

Pasalnya, Bandara Soekarno-Hatta tengah menyosialisasikan peraturan yang berlaku total selama 18 hari itu kepada calon penumpang pesawat sejak tanggal 3 Juli 2021.

"Kami, di dua hari ini, tanggal 3 dan 4 Juli 2021, melakukan familiarisasi dan sosialisasi kepada pengguna jasa. Baik itu langsung di terminal atau pun langsung di kanal-kanal kami yang ada di media sosial," papar dia.

Baca juga: Polisi Gerebek Tempat Spa di Bekasi dan Jaksel yang Nekat Buka Saat PPKM Darurat

Berikut merupakan aturan lain dari SE Nomor 45 Tahun 2021:

1. Penumpang bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing dengan menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

2. Penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut.

3. Jenis masker yang digunakan oleh pelaku perjalanan adalah masker kain minimal tiga lapis atau masker medis.

Baca juga: Jalan Raya Lenteng Agung Ditutup, Pengendara Motor ke Jakarta Lawan Arah & Ambil Flyover Tapal Kuda

4. Penumpang pesawat tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

5. Penumpang pesawat tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari dua jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved