Harus Ngumpulin Dana Darurat Berapa? Ini Tips Perhitungannya Buat yang Masih Single dan Berkeluarga

Dana darurat adalah dana yang siap dipakai saat kita berada dalam kondisi krisis diluar kuasa kita.

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Ilustrasi penggunaan dana darurat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dana darurat adalah dana yang siap dipakai saat kita berada dalam kondisi krisis diluar kuasa kita.

Kondisi masa depan tidak bisa diprediksi, dan terkadang berjalan diluar ekspektasi.

Mungkin saja Anda tertimpa musibah dan harus mengeluarkan uang ekstra.

Dana ini sebetulnya harus terpisah dari rekening pengeluaran tiap bulan.

Selain lebih gampang dipantau, memisahkan tabungan dana darurat juga mempermudah perhitungan, loh.

Lebih enak lagi kalau Anda buka tabungan bunga tinggi buat menyimpan dana darurat.

Perhitungan dana darurat memang terkesan memberatkan.

Tapi, usaha yang dikeluarkan lebih sedikit dari manfaat yang didapatkan.

Anda sebenarnya gak perlu perhitungan yang terlalu ribet untuk mulai merencanakan besaran dana darurat yang harus dikumpulkan.

Tak ada patokan khusus soal berapa jumlah uang yang harus disiapkan, yang penting Anda siap berkomitmen untuk menabung dana darurat ini.

Untuk membantu Anda beberapa tips perhitungan ini bisa membantu untuk merencanakan menabung dana darurat :

Perhitungan Dana darurat buat Anda yang masih single

Beberapa pakar keuangan menyarankan kalau besaran dana darurat yang dikumpulkan berkisar antara tiga atau enam bulan bulan dari pengeluaran rutin untuk para single.

Sebagai contoh, jika Anda single dengan gaji Rp7 juta perbulan. Pengeluaran rata-rata di angka Rp4 Juta perbulan.

Maka idealnya, Anda punya Rp12 sampai Rp 24 Juta dalam rekening dana darurat.

Selain menentukan besaran jumlah uang, Anda juga harus mematok target waktu untuk mengumpulkan dana darurat.

Contoh, Anda punya target dana darurat sebesar Rp24 juta.

Untuk bisa mencapai angka 24 juta, bisa menargetkan waktu 2 tahun (24 bulan).

Dengan hitungan ini, Anda perlu menyisihkan Rp1,25 juta per bulan.

Kalau hanya sanggup menyisihkan 10 persen, maka perlu waktu 35 bulan dengan jumlah yang dikumpulkan Rp 700.000 per bulan.

Jadi, kalau suatu saat terkena PHK, Anda masih punya leeway untuk merencanakan langkah kedepannya, tanpa perlu pusing memikirkan biaya perbulan. Memang agak berat di awal, tapi pasti menolongmu di masa depan.

Perhitungan Dana darurat untuk Anda yang sudah berkeluarga

Kalau sudah berkeluarga, maka pastikan kalau kebutuhan bulanan keluarga sudah tercukupi.

Jangan sampai memaksakan menabung dana darurat, sampai biaya sehari-hari jadi terbebani.

Jumlah yang harus dikumpulkan kalau sudah berkeluarga, idealnya di kisaran enam sampai dua belas bulan pengeluaran.

Misalnya, Anda sudah menikah dan memiliki dua anak. Pendapat perbulan ada di kisaran Rp 9 juta perbulan, plus pasangan juga bekerja dengan pemasukan Rp8 juta perbulan.

Untuk kebutuhan rumah, setiap bulan menghabiskan rata-rata Rp12 Juta.

Dengan perhitungan dua belas bulan pengeluaran, Anda harus menyiapkan dana darurat di angka Rp 144.000.000 Juta.

Kalau punya target waktu 3 tahun (36 bulan), maka perbulan harus menyisihkan Rp4.000.000 juta perbulan.

Kalau Anda hanya sanggup menyisihkan Rp 2.000.000 per bulan, maka dana darurat baru terkumpul setelah 6 tahun (72 bulan).

Jumlahnya memang terlihat fantastis.

Namun Anda juga harus ingat kalau dana darurat ini bisa mengcover biaya hidup keluarga dalam setahun, apabila Anda dan pasangan kehilangan sumber pemasukan.

Kalau sudah begini ceritanya, Anda tidak perlu pusing urusan pengeluaran dalam beberapa bulan kedepan.

Hitungan ini bisa bervariasi untuk setiap keluarga. Sesuaikan rencana dana darurat dengan kemampuan finansial Anda dan pasangan. Jangan sampai malah dana darurat ini menjadi beban finansial

Ada banyak opsi untuk menyimpan dana darurat.

Pilihan paling mudahnya, adalah Anda bisa buka rekening khusus untuk menyimpan dana darurat.

Pro tips dalam memilih tabungan untuk dana darurat : cari tabungan yang gak ada saldo minimum, dan gak ada batas waktu penarikan. Kalau bingung tabungan yang cocok, salah satu opsi tabungan yang bisa Anda pilih adalah Tabungan Maxi dari digibank by DBS.

Tabungan ini memiliki beberapa keunggulan yang dibutuhkan untuk menyimpan dana darurat.

Contohnya seperti, bisa ditarik kapanpun, tidak ada saldo minimun dan bunga hongga 3% p.a.

Masa pandemi seperti ini, opsi memiliki dana darurat adalah hal yang harus dipertimbangkan.

Jadi tak ada salahnya kalau kita sedia payung sebelum hujan.

Selain tidak was-was dalam menjalani hidup, punya dana darurat juga melatih Anda untuk disiplin dalam mengatur keuangan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved