Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Tingkat Keterisian ICU di Jakarta Capai 95 Persen, Wagub DKI: Tertinggi 1,5 Tahun Terakhir

kapasitas tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang Intensive Care Unit (ICU) di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 hanya tersisa lima persen

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam kunjungan ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) DKI Jakarta, Kamis (8/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 terus menipis.

Bahkan, kapasitas tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang Intensive Care Unit (ICU) di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 kini hanya tersisa lima persen.

"Kalau lihat data, ruang ICU memang sudah mencapai 95 persen," ucapnya di Balai Kota Jakarta, Senin (12/7/2021).

Tak hanya itu, BOR tempat isolasi bagi pasien Covid-19 juga sudah mencapai 92 persen.

Padahal, Pemprov DKI setiap harinya terus berupaya menambah kapasitas ruang isolasi.

Kondisi ini pun diakui Ariza, menjadi titik terparah selama pandemi Covid-19 melanda sejak 2020 lalu.

"Ini angka yang tinggi sekali dalam satu setengah tahun ini," ujar kepada awak media.

Sebagai informasi, ada 88.610 kasus aktif Covid-19 di ibu kota hingga Minggu (11/7/2021) kemarin.

Angka ini menurun 7.475 kasus dibandingkan sehari sebelumnya.

"Angka kematian juga terus turun di 1,4 persen, sekalipun angka kesembuhan belum meningkat signifikan di 85,2 persen," kata dia.

Baca juga: Batuk Berdahak Tapi Takut Minum Obat? Coba Konsumsi Air Jeruk Nipis, Begini Cara Buatnya

Baca juga: Bupati Bekasi Terpapar Covid-19 Diduga Berasal dari Aktivitas Penerimaan Tamu

Baca juga: Tak Mampu Puaskan Istri Siri di Ranjang, Pria Ini Baper: Tuntaskan Dendam Saat Mau Berhubungan Badan

Dengan penerapan PPKM Darurat yang sudah dilaksanakan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang, Ariza berharap, kasus Covid-19 bisa segera ditekan.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk taat dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

"Jangan sampai terjadi penularan yang disebabkan kita lalai, abai, menganggap enteng, remeh, lupa melaksanakan protokol kesehatan," tuturnya.

"Tempat terbaik ada di rumah, tidak diperkenankan keluar rumah kecuali penting. Semua kita laksanakan prokes secara baik, disiplin,dan bertanggungjawab," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved