KNPI: Vaksin Berbayar Harus Dibatalkan, Bukan Ditunda

KNPI kata Haris juga siap menjadi fasilitator pemberian vaksin kepada masyakarat. Karena KNPI terdapat di seluruh Kabupaten/ Kotamadya

Freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk memutuskan untuk menunda pelaksanaan vaksinasi individu atau vaksinasi berbayar, yang semula akan mulai dilaksanakan pada Senin (12/7/2021).

Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) meminta vaksin berbayar tersebut dibatalkan, bukan ditunda.

"DPP KNPI meminta agar vaksin berbayar tersebut dibatalkan. Bukannya ditunda. Kimia Farma sebagai BUMN harusnya mengratiskan," ujar Ketua Umum KNPI Haris Pertama kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Disisi lain, KNPI kata Haris juga siap menjadi fasilitator pemberian vaksin kepada masyakarat. Karena KNPI terdapat di seluruh Kabupaten/ Kotamadya dan juga di 34 provinsi. Dengan tersebarnya pengurus DPP KNPI di seluruh Indonesia, maka akan sangat mudah menjangkau masyarakat.

"KNPI sangat mendukung program Pak Jokowi yaitu memberikan vaksin kepada rakyat Indonesia agar terciptanya Herd Imunity," ujar Haris.

"KNPI mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung program Jokowi vaksinasi gratis yang sudah berjalan. Bahkan mulai hari Jumat kita akan menggelar vaksinasi gratis untuk masyarakat," tandasnya.

Baca juga: Jokowi Jual Vaksin Covid-19 di Kimia Farma, Wagub DKI: Daftar Lewat Jaki Bisa Dapet Gratis

Baca juga: Fadli Zon Minta Vaksin Berbayar Dibatalkan:Beli Vaksin Pakai Uang Rakyat Terus Dijual Lagi ke Rakyat

Penjelasan Kimia Farma

PT Kimia Farma (Persero) Tbk akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan vaksinasi mandiri yang berbayar.

Padahal seharusnya vaksinasi mandiri ini sudah bisa dilakukan mulai hari ini, Senin (12/7/2021).

Menurut Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno Putro, Kimia Farma menunda pelaksanaan vaksinasi mandiri ini sampai waktu yang belum ditentukan.

"Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021, akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," kata Ganti dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (12/7/2021).

Lebih lanjut Ganji mengungkapkan, keputusan penundaan ini diambil karena tingginya respons dari berbagai pihak terkait pelaksanaan vaksinasi mandiri ini.

Untuk itu Kimia Farma memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi mandiri.

Serta akan kembali mengatur soal pengaturan pendaftaran calon peserta vaksinasi mandiri.

"Serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi gotong royong individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved