Breaking News:

Iduladha 2021

Pedagang Hewan Kurban di Kembangan Gigit Jari, Gara-gara PPKM Darurat Penjualan Anjlok 40 Persen

Salah satunya yaitu di usaha penjualan hewan kurban bernama Lembu Putro di Jalan Raya Joglo, Jakarta Barat.

Editor: Wahyu Aji
WARTA KOTA/Rafsanzani Simanjorang
Haji Trisno, selaku pemilik usaha penjualan hewan kurban di Jalan Raya Joglo 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Lonjakan kasus positif Covid-19 membuat pemerintah menerapkan PPKM darurat.

Dengan membatasi pergerakan masyarakat ini, ekonomi pun mulai melemah.

Imbas dari penerapan PPKM Darurat pun membuat penjualan hewan kurban menurun drastis.

Salah satunya yaitu di usaha penjualan hewan kurban bernama Lembu Putro di Jalan Raya Joglo, Jakarta Barat.

Haji Trisno, selaku pemilik usaha menjelaskan penurunan penjualan hewan kurban miliknya menurun hingga 40 persen.

"Tahun ini penurunannya drastis. Biasanya saya membawa sapi di atas 100, namun tahun ini hanya 70 ekor, untuk kambing biasanya 50 ekor, tapi ini menurun sekali. Saya membawa 20 ekor tapi yang laku masih enam," bukanya kepada Warta Kota, Selasa (13/7/2021).

Menurutnya, Covid-19 membuat banyak langganannya tidak bisa melakukan kebiasaan pembelian sejak dulu.

Bahkan ada pesanan yang batal akibat pembeli tiba-tiba terkena Covid-19, hingga ada pembeli yang memesan namun wafat akibat Covid-19 juga.

Baca juga: Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban di Jakarta Utara Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Baca juga: Bagaimana Hukum Jika Orang Kaya Tak Berkurban di Idul Adha? Berdosa? Ini Penjelasannya

"Langganan yang biasanya ngambil 10 atau 12 ekor juga tidak bisa lagi karena mereka tinggal di zona merah dan tidak bisa melakukan pemotongan. Ini paling parah mas dibanding tahun lalu," sambungnya.

Meski optimis masih ada pembelia, H. Trisno mencoba realistis sembari bersabar dan berdamai dengan situasi.

Situasi pelik, membuat penjualan hewan kurban akan menurun.

Namun, ia sudah membuat skema. Baik sapi atau kambing yang tidak terjual akan dibawa kembali ke kandang di Gunung Sindur, Bogor.

"Kalau dijualpun sulit karena sapinya sudah besar. Biasanya seusai Idul Adha para petani mencari sapi yang kecil yang harganya dibawah 20 juta. Kalau yang saat ini rata-rata 25 juta, meski ada yang dibawah 20 juta tapi belum terjual juga. Kalau total sapi disini asa 73 ekor, dimana terjual baru 53," sambungnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved