Sopir Truk Tewas Tabrak Peti Kemas, Dua Pegawai Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Tersangka karena Lalai

Dua orang yang masing-masing berinisial RYZ (37) dan BD (24) ditetapkan tersangka terkait kecelakaan kerja yang menewaskan sopir truk

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Barang bukti truk yang dikemudikan korban EJ (32) hancur parah usai menabrak peti kemas saat proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (9/7/2021) lalu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Dua orang yang masing-masing berinisial RYZ (37) dan BD (24) ditetapkan tersangka terkait kecelakaan kerja yang menewaskan sopir truk EJ (32) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (9/7/2021) lalu.

Kedua tersangka yang merupakan karyawan di pelabuhan tersebut terbukti lalai saat proses bongkar muat sehingga menyebabkan korban menabrak peti kemas dan meninggal dunia.

"Kami tetapkan dua tersangka dari lapangan 210 PT Meratus ada inisial RYZ dan BD," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Sopir Truk Trailer di Pelabuhan Tanjung Priok Tewas Usai Tabrak Peti Kemas yang Sedang Diturunkan

Kholis menjelaskan, tersangka RYZ ialah seorang foreman yang bertugas menjaga situasi di sekitar lokasi.

Sementara BD merupakan operator yang pada saat kejadian melakukan pemindahan kontainer atau peti kemas dari satu lokasi ke lokasi lain. 

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero menjelaskan kelalaian yang dilakukan kedua tersangka sehingga kecelakaan kerja ini terjadi.

"Operator (BD) sudah minta ijin kepada foreman (RYZ) dan dijawab bahwa lalu lintas cukup padat. Tetapi operator tetap menurunkan kontainer sehingga terjadi kecelakaan kerja," jelas David.

David juga memastikan bahwa penyebab tewasnya EJ bukan karena korban tertimpa kontainer.

Menurut David, mendiang sopir truk tersebut menabrak peti kemas setelah melihat ada yang sedang proses bongkar muat.

"Di mana saat itu ada kontainer yang sedang proses bongkar muat kapal menuju tempat sementara. Sehingga pada saat kontainer turun, truk menghantam kontainer," ucap David.

Adapun atas kelalaiannya tersebut, kedua tersangka dijerat dengan pasal 395 KUHP tentang barang siapa karena kesalahannya (kealpaanya) menyebabkan matinya orang lain. 

Mereka terancam hukuman pidana maksimal lima tahun penjara.

Sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi Jumat (9/7/2021) lalu sekira pukul 17.30 WIB saat korban tengah mengemudikan truknya di dalam kawasan pelabuhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved