Antisipasi Virus Corona di DKI

Padati Jalur Tikus Hindari Titik Penyekatan PPKM Darurat, Polisi: Terserah, Ujungnya Kami Sekat

Berbagai cara dilakukan pengendara untuk melewati penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Bima Putra
Kemacetan di jalan lingkungan permukiman warga yang jadi jalur tikus pekerja untuk meloloskan diri dari pos penyekatan PPKM Darurat, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Berbagai cara dilakukan pengendara untuk melewati penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Salah satunya dengan mencari jalur alternatif atau jalur tikus.

Menanggapi hal itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengakui tidak mungkin menutup semua jalur tikus.

Menurut Sambodo, jumlah jalur tikus yang ada di Jakarta dan wilayah penyangga ibu kota mencapai ribuan titik.

"Kalau kita menyekat ribuan jalur tikus nggak mungkin juga, enggak efektif," kata Sambodo kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Sambodo pun tidak mempermasalahkan pengendara yang melintas di jalur tikus.

Sebab, mereka yang melintas di jalur tikus juga bakal diputarbalikkan ketika melewati titik penyekatan.

"Setelah kita pelajari bersama, terlalu banyak jalur tikus yang kita tutup. Ujung-ujungnya jalur tikus ada di jalan-jalan yang kita tutup tadi. Jadi mereka terserah mau kemana pun, tapi ketika mereka masuk ke tengah kota jalan-jalan kita sekat," ujar Sambodo.

"Jadi, intinya ok boleh mereka mau jalan mana pun, toh ketika masuk jalan kita tutup," tambahnya.

Mulai Kamis (15/7/2021), penyekatan PPKM Darurat ditambah menjadi 100 titik.

Penambahan titik penyekatan itu dilakukan untuk lebih memperketat mobilitas masyarakat yang dinilai masih cukup tinggi selama sepekan PPKM Darurat.

Baca juga: Jalur Tikus Depok-Jakarta Dijebol Pengendara Motor, Pihak Kepolisian Langsung Evaluasi Penjagaan

Baca juga: Tak Dijaga Petugas, Pengendara Jebol Penutupan Jalur Tikus di Perbatasan Pasar Rebo dan Depok

"Ada 100 titik penyekatan yang baru yang akan kita laksanakan besok pagi pukul 06.00 WIB," kata Sambodo.

Sambodo merincikan, terdapat 19 titik penyekatan di dalam kota, 15 titik di jalan tol, dan 10 titik di batas kota.

"Wilayah penyangga sebagai ring tiganya Jakarta, mulai Bekasi, Tangerang, Depok juga mengadakan ada 29 titik , dan ruas Jalan Sudirman-Thamrin sebagai simbol ikon PPKM Darurat ada 27 titik, sehingga total ada 100 titik," terang dia.

Ia mengungkapkan bakal ada dua shift penjagaan di 100 titik penyekatan tersebut.

Shift pertama dimulai pukul 06.00 hingga 10.00, di mana hanya orang-orang yang bekerja di sektor esensial dan kritikal yang diperbolehkan melintas.

"Kemudian pukul 10.00-22.00 penyekatan kita tutup. Hanya nakes, dokter, perawat, darurat termasuk TNI-Polri yang bisa melintas," ujar Sambodo.

Sementara itu, penyekatan bakal dibuka pada pukul 22.00-06.00. Menurut Sambodo, lalu lintas pada rentang waktu tersebut dinilai sudah sepi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved