Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Simak Syarat Penumpang KRL yang Akan Melaksanakan Vaksinasi Covid-19

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, mengatakan syaratnya cukup menunjukkan bukti pendaftaran vaksinasi Covid-19. 

Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah penumpang mengantre untuk menaiki KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik KRL dan melarang penumpang menggunakan masker jenis scuba atau buff karena dinilai tak efektif mencegah risiko paparan bakteri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi di lokasi tujuan dapat menaiki kereta rel listrik (KRL).

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, mengatakan syaratnya cukup menunjukkan bukti pendaftaran vaksinasi Covid-19

"Syarat dokumen perjalanan bagi yang akan mengikuti vaksinasi cukup dengan menunjukkan undangan vaksin atau bukti pendaftaran," jelas Anne, saat dikonfirmasi, Rabu (14/7/2021).

"Dokumen tersebut berlaku di hari yang sama dengan jadwal vaksinasi dan dapat digunakan untuk perjalanan menuju ke lokasi vaksin, maupun perjalanan kembali usai vaksinasi," lanjutnya.

Mulai hari ini, Pihak Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter memperketat pengawasan terhadap penumpang kereta rel listrik (KRL).

Selain penumpang yang akan divaksin Covid-19, para penumpang KRL wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Baca juga: Kasudin KPKP Jakarta Utara: Ribuan Hewan Kurban di Jakarta Utara Dinyatakan Sehat

Baca juga: Seorang Wanita Melahirkan di Dalam Bus AKAP, RS Adhyaksa Ungkap Kondisi Ibu Bayi

Baca juga: Satgas Covid-19 Jakarta Timur Gelar Vaksinasi di Terminal Pulo Gebang Akhir Pekan Ini

Anne menjelaskan, aturan ini termaktub dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2021, STRP atau surat keterangan lainnya yang termasuk ke dalam sektor esensial dan kritikal agar dibawa seluruh calon penumpang KRL.

"Baik dalam bentuk cetak dengan tandatangan dan stempel basah," kata Anne.

Karena itu, para penumpang KRL sebaiknya membawa dokumen perjalanan secara lengkap.

"Karena dokumen perjalanan yang kurang lengkap akan memakan waktu pemeriksaan lebih lama oleh petugas," ucap Anne.

"Untuk itu diharapkan kerjasama para calon pengguna KRL, khususnya bagi yang bekerja di sektor non esensial dan non-kritikal agar tidak memaksakan diri naik KRL, karena petugas tidak akan mengizinkan untuk masuk area stasiun dan naik kereta," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak KAI Commuter pun bakal memisahkan antrean bagi calon penumpang KRL yang memiliki STRP dan surat keterangan lainnya.

"Dengan begitu, penumpang KRL yakni mereka yang benar-benar bekerja di sektor esensial dan kritikal," tutup Anne.
 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved