Antisipasi Virus Corona di DKI
Belasan Petugas Makam dari Jakarta Pusat Diperbantukan Rapikan Liang Lahat di TPU Rorotan
Belasan PJLP dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat diperbantukan untuk merapikan makam di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Belasan petugas penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP) dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat diperbantukan untuk merapikan makam di pemakaman khusus Covid-19 TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
Selama tiga hari belakangan, belasan petugas tersebut sudah didatangkan untuk membantu penanganan makam di TPU tersebut.
Salah seorang petugas PJLP Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Sukirno mengatakan, ada sedikitnya 18 orang yang dikerahkan.
"Pokoknya dari Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat itu ada 18 orang. Saya sendiri dari TPU Karet Bivak sama teman-teman, terus ada dari TPU Karet Pasar Baru Barat dan dari TPU Petamburan," kata Sukirno di lokasi, Jumat (16/7/2021).
Belasan PJLP Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara itu direncanakan bertugas selama 7-10 hari di TPU Rorotan.

Setiap harinya, mereka bertugas mulai pagi hingga pukul 17.00 WIB petang.
Sukirno mengatakan, tugas mereka di TPU Rorotan ialah merapikan tanah makam menjelang digunakan.
"Jadi kita di sini ngerapihin makam yang gak lurus safnya, kita rapihin. Kalo untuk gali makamnya itu pake alat berat," tutur Sukirno.
Kondisi tanah yang keras, kata Sukirno, menjadi pembeda tersendiri dalam proses perapihan makam di TPU Rorotan.
• Remaja yang Tewas Terlindas Truk di Cikarang Sudah 5 Kali Bikin Konten Challenge Malaikat Maut
"Karena ini tanahnya seperti tanah liat gitu kan, susah dibentuk. Kalo di TPU Karet Bivak misalnya, itu tanah merah, lebih mudah," ucap dia.
Di sisi lain, hal-hal eperti memasukan peti jenazah ke dalam liang lahat bukan merupakan tugas utama Sukirno dan belasan rekannya.
Namun, apabila diminta membantu proses tersebut, mereka bersedia dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap.