Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Ketua Umum Tidar Aryo Djojohadikusumo Ajak Masyarakat Ikuti Program Vaksinasi Covid-19

Aryo berbagi pengalaman mengenai efek samping setelah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua. Efeknya, kata dia, tidak ada gejala yang serius.

Freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Aryo Djojohadikusumo mengajak semua lapisan masyarakat mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Dia meyakinkan vaksin Covid-19 aman atau tidak berbahaya.

Demikian disampaikan Aryo dalam acara bertajuk 'Efektifitas Vaksinasi, PPKM Darurat & Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi' yang diselenggarakan Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi sayap Partai Gerindra.

"Saya pribadi sudah disuntik vaksin lengkap pada Februari lalu," kata Aryo, Jumat (16/7/2021).

Aryo berbagi pengalaman mengenai efek samping setelah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua. Efeknya, kata dia, tidak ada gejala yang serius.

"Efeknya ngantuk, engga demam, engga apa. Cuma saya ngantuk seharian. Itu efek samping vaksin dan normal," kata Aryo.

Dengan demikian, Aryo meminta masyarakat yang belum vaksin tidak ragu untuk mengikuti program ini. Selain tidak ada efek samping yang bahaya, vaksin dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari virus corona.

Sementara bagi masyarakat yang sudah divaksin, kata dia, tetap menjaga protokol kesehatan. Sebab, meski sudah divaksin, risiko tertular Covid-19 masih ada meski kecil.

"Kemungkinan Anda tertular rendah, kemungkinan Anda meninggal karena covid lebih rendah lagi. tapi tidak menutup kita sebagai pembawa virus. Jadi demi keluarga kita yang lain-lain tetap jaga protokol kesehatan. Cuci tangan," kata dia.

Baca juga: Tidar Ajak Anak Muda Manfaatkan Peluang di Media Sosial saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Masker yang Dipakai Menhan Prabowo Saat Dampingi Presiden Jokowi Curi Perhatian, Segini Harganya

Baca juga: 1,04 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Datang ke Indonesia, Ini Kata Kemenkes

Sementara Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Gerindra Putih Sari mengomentari mengenai vaksin berbayar atau gotong royong individu.

Putih yang juga Bendahara Umum TIDAR meminta pemerintah merumuskan dengan matang skema vaksin berbayar yang tengah ditunda.

Tujuannya, apabila kedepan vaksin berbayar diterapkan tidak membebani siapapun. Baik masyarakat ataupun pelaku usaha.

"Kemarin kami minta untuk bisa dirumuskan kembali agar tidak membebani masyarakat, dan membebani badan usaha," kata dia.

Sebab, tidak semua badan usaha memiliki perekonomian yang baik. Demikian juga dengan masyarakat. "Memang ini yang harus dirumuskan kembali agar tidak membebani masyarakat. Pelaku usaha itu kan bagian dari masyarakat juga," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved