Breaking News:

Bukan Menunda, Presiden Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar Melalui Kimia Farma

Presiden Joko Widodo mengambil keputusan untuk membatalkan vaksinasi berbayar bagi individu.

Editor: Muhammad Zulfikar
ISTIMEWA/Tangkap layar akun Youtube BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo menjalani suntik vaksin anti-Covid-19, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengambil keputusan untuk membatalkan vaksinasi berbayar bagi individu.

Sebelumnya vaksinasi berbayar ini rencananya akan disalurkan melalui Kimia Farma.

Wacana vaksinasi berbayar menuai pro dan kontra di masyarakat, ada yang setuju dan tidak sedikit yang menentang.

Pembatalan vaksinasi berbayar ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Jumat (16/7/2021).

“Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut,” kata Pramono, dikutip dari laman resmi setkab.go.id.

Selanjutnya program vaksinasi akan tetap menggunakan mekanisme seperti yang telah berjalan saat ini yakni gratis bagi seluruh masyarakat.

“Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya,” tambahnya.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang Hingga Akhir Juli, Jokowi Instruksikan Penyaluran Bansos Dipercepat

Mekanisme Vaksinasi Gotong Royong

Selain menginformasikan tentang pembatalan vaksinasi berbayar, Pramono juga menjelaskan tentag mekanisme Vaksinasi Gotong Royong.

Nantinya mekanisme Vaksin Gotong Royong akan dilakukan melalui perusahaan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved