Breaking News:

Bukan Menunda, Presiden Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar Melalui Kimia Farma

Presiden Joko Widodo mengambil keputusan untuk membatalkan vaksinasi berbayar bagi individu.

ISTIMEWA/Tangkap layar akun Youtube BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo menjalani suntik vaksin anti-Covid-19, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). 

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, pemerintah terus menambah ketersediaan vaksin Covid-19 untuk percepatan vaksinasi di Indonesia.

Kali ini Indonesia kembali kembali ketangan vaksin sebanyak 1.408.000 dosis vaksin buatan Sinopharm.

Vaksin diangkut Pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Jumat siang, (16/7/2021).

"Penerimaan vaksin ini tahap ke 4 dari rangkaian kedatangan vaksin sinopharm yang merupakan bagian dari pengadaan vaksin gotong royong yang dilaksanakan oleh kimia farma bekerja sama dengan sinopharm dengan total suplai sebesar 15 juta vaksin," ujar Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury saat menerima kedatangan vaksin.

Dalam waktu dekat kata dia, Indonesia akan kembali kedatangan 1 juta vaksin pada 19 Juli mendatang, kemudian ditambah dua juta dosis vaksin di minggu terkahir Juli.

"Jadi dalam Juli ini Insyallah menerima kurang lebih 6 juta vaksin sinopharm yang merupakan bagian vaksin gotong royong," katanya.

Dengan ketersediaan vaksin Gotong Royong diharapkan dapat menjadi opsi tambahan bagi masyarakat yang ingin mendukung tercapainya target vaksinasi nasional. Membantu agar target dua juta vaksinasi per hari dapat terpenuhi agar segera tercapai herd immunity.

"Ini juga diharapkan membantu WNA yang bertugas atau yang tinggal di Indonesia agar juga bisa terlindungi," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Taufik Ismail)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banyak Menuai Pro Kontra, Presiden Resmi Batalkan Vaksinasi Berbayar untuk Individu

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved