Persija Jakarta
Pemain Serba Bisa Persija Masih Terkenang Golnya ke Gawang Borneo FC yang Berujung Kemenangan
Pemain serba bisa Persija Jakarta, Rohit Chand masih ingat saat mencetak gol kemenangan Macan Kemayoran ketika menghadapi Borneo FC.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemain serba bisa Persija Jakarta, Rohit Chand masih ingat saat mencetak gol kemenangan Macan Kemayoran ketika menghadapi Borneo FC.
Gol yang dicetak gelandang asal Nepal itu terjadi pada pekan ke-15 Liga 1 2017.
Meski telah berselang lama, Rohit Chand masih mengingat jelas momen tersebut. Kala itu, Rudi Widodo yang masuk dari sisi kanan pertahanan Borneo melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti.
Rohit yang merangsek dari lini tengah menerimanya dengan kaki kiri. Sejenak menahan bola guna menghindari blokade pemain Borneo, Rohit lantas melepaskan tendangan keras mendatar ke kiri gawang lawan. Gol! Keriuhan pun pecah di bangku cadangan Persija.
“Saat saya mendapatkan bola, ada lawan di depan sehingga saya sedikit bergerak membuka ruang lalu menendangnya,” kata Rohit, seperti dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (17/7/2021).
“Saya langsung menendang dengan kaki kiri karena memang peluang terbesar ada di posisi itu.”
Sebagai pencetak gol satu-satunya untuk Persija, Rohit tak memungkiri bahwa dirinya merasa senang. Namun sebagai team player, ia mengaku lebih berbahagia karena tim mampu meraih tiga poin kala itu.
Tiga poin yang menjadi rangkaian rekor 12 pertandingan tak pernah kalah Persija musim 2017.
“Ketika mencetak gol, perasaan senang tentu ada. Tapi bagi saya, gol adalah sebuah bonus karena yang lebih penting adalah kemenangan tim,” ungkap Rohit.
Secara keseluruhan, Rohit mencetak tiga gol dari 28 pertandingan pada Liga 1 2017. Selain ke gawang Borneo, adapula gol ke Arema dan Gresik United.
Baca juga: Pilar Persija Jakarta Pilih Pulang ke Negaranya di Tengah Ketidakpastian Bergulirnya Liga 1
Rohit Chand gemar baca novel
Sejak memperkuat Persija Jakarta pada 2014 lalu, Rohit Chand dikenal sebagai pesepak bola garang. Ia selalu berlari sepanjang 90 menit, merebut bola dari pemain lawan.
Namun di luar lapangan, kesan garang itu seolah lepas dari Rohit. Kala tak berseragam Macan Kemayoran, ia jarang berbicara dan banyak melempar senyum.
“Dalam lapangan, karakter saya memang seperti itu. Tapi di luar itu, saya cenderung pendiam, mengisi waktu dengan membaca novel,” kata Rohit seperti dikutip dari laman resmi klub, Selasa (29/6/2021).
Kecintaan Rohit Chand akan buku bermula sedari kecil. Sejak saat itu, beragam buku pun dilahapnya, mulai dari biografi hingga novel.
Menurut Rohit Chand, membaca buku membuat dirinya belajar banyak hal. Kala melahap biografi, misalnya, Rohit menyelami pengalaman sosok penulis untuk dijadikan rujukan mengembangkan diri.
“Saya menjadi paham bagaimana perjuangan orang tersebut dan bagaimana cara dia mencapai posisi sekarang,” lanjut Rohit Chand.
Saat ditanya perihal buku yang tengah dibaca, Rohit Chand menyebut novel Maharani karya novelis Nepal, Chandra Prakash Baniya.
“Saya baru mulai (membaca). Masih di bab-bab awal,” ujarnya.
Lalu, apakah Rohit sudah membaca novel karya penulis Indonesia? Ia menggeleng seraya tersenyum.
“Saya belum memahami betul tulisan-tulisan berbahasa Indonesia, terutama sastra,” pungkasnya.
Baca juga: Pemain Muda Persija Jakarta Kaget saat Diminta Gantikan Posisi Riko Simanjuntak
Setia bersama Persija Jakarta
Gelandang Persija Jakarta, Rohit Chand mengungkapkan rahasia besar pernah ditawar beberapa tim besar di dalam maupun luar Indonesia.
Rohit mengatakan, penampilan gemilangnya di tim Macan Kemayoran mampu membuat tim-tim lain kepincut.
Tak jarang, tim-tim lain yang menginginkannya menawarkan kontrak besar agar bisa memuluskan langkah berpindah klub.
Pemain asal Nepal itu tidak menyebut secara rinci tim mana saja yang menginginkan jasanya.
Namun, Rohit sudah memiliki tekad besar untuk tetap bertahan bersama tim yang dicintainnya yakni Persija Jakarta.
“Sejatinya saya juga banyak tawaran lain di luar. Akan tetapi Persija selalu ada di hati dan pikiranku," kata Rohit Chand dalam wawancara dengan Persija Tv.
Faktor lain yang membuat Rohit Chand betah di Persija Jakarta adalah dukungan luar biasa dari suporter The Jakmania.
Menurut Rohit, suporter yang identik dengan warna oranye itu selalu ada ketika tim sedang dalam tren positif ataupun sebaliknya.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan besar pemain berusia 28 tahun tersebut bertahan di tim Ibu Kota.
"Selain itu saya melihat dukungan luar biasa dari Jakmania. Mereka tetap ada saat tim sedang dalam tren baik maupun sebaliknya. Sekali lagi saya sangat respek kepada mereka,” tutup mantan pemain T-Team tersebut.
Seperti diketahui, pemain asal Nepal itu sudah memperkuat tim Macan Kemayoran dari tahun 2013-2014, dan berlanjut tahun 2017 sampai sekarang.
Pada musim kompetisi tahun 2015, Rohit Chand sempat pergi meninggalkan Persija Jakarta dan memilih bergabung dengan tim asal Malaysia, T-Team.
Semusim berselang saat kompetisi Liga Indonesia dihentikan, pemain berusia 28 tahun itu memperkuat klub asal negaranya yakni Manang Marshyangdi.
Barulah pada Liga Indonesia tahun 2017, Rohit Chand bergabung kembali dengan tim Macan Kemayoran.
Bersama tim Macan Kemayoran, Rohit Chand mampu mendapatkan gelan individu serta prestasi juara bersama klub.
Pada tahun 2018, Rohit Chand sukses menyabet predikat pemain terbaik Liga 1, sekaligus mengantarkan Persija meraih gelar juara. (Persija.id/TribunJakarta.com)