Breaking News:

Batal Rilis Lagu “Oh, Arofah”, Wakil Wali Kota Depok: Sisi Kreativitas Diartikan Negatif

Wawali Kota Depok Imam Budi Hartono, menyayangkan netizen yang menyalahartikan maksud dibalik rencana rilis ulang lagunya yang berjudul “Oh, Arofah”.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
Istimewa/dokumentasi acara
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartanto - Imam Budi Hartono, menyayangkan netizen yang menyalahartikan maksud dibalik rencana rilis ulang lagunya yang berjudul “Oh, Arofah”. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, menyayangkan netizen yang menyalahartikan maksud dibalik rencana rilis ulang lagunya yang berjudul “Oh, Arofah”.

Diwartakan sebelumnya, Imma batal merilis ulang lagu tersebut, musabab mendapat masukan yang kurang bagus.

Imam menuturkan, dirinya hanya ingin menunjukan sisi kreativitasnya sebagai seorang pejabat, alias orang nomor dua di Kota Depok, Jawa Barat. 

“Iya karena teman-teman netizen salah mengartikan sisi kreativitas diartikan negatif, padahal seharusnya tidak begitu,” ujar Imam melalui pesan singkatnya pada wartawan, Minggu (18/7/2021).

Imam mengatakan, dirinya sebagai seorang pejabat kerap mendapat pertanyaan soal sisi humanis, tak melulu soal kinerjanya.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, saat dijumpai wartawan di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Jumat (4/6/2021).
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, saat dijumpai wartawan di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Jumat (4/6/2021). (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

Namun ketika ia menunjukan sisi humanisnya lewat sebuah lagu, kini justru malah kinerjanya yang dipertanyakan.

“Ada yang bilang kerja terus mana sisi humanisnya. Sisi humanis diinfokan, sekarang malah waktunya kerja, ya begitu deh,” katanya.

Baca juga: Lagi Nyapu, Lutut Sri Gemetar Lihat Bayi Laki-laki Terbungkus Kantong Kresek: Dikira Anak Kucing

Baca juga: Akal Bulus 2 Dokter Jual Sisa Vaksin Covid-19 Raup Ratusan Juta, Harga Sekali Suntik Rp 250 Ribu

Soal kinerja, Imam mengaku tak henti-hentinya ia infokan melalui media sosial terkait capaian yang telah diraih dari hasil kerja keras jajarannya.

“Kalo sisi kerja setiap hari di IG (Instagram) saya juga diinfokan apa-apa saja yang saya lakukan, tapi mungkin banyak yang belum melihat,” tuturnya.

“Biasa pro kontra terjadi di para pejabat, sebuah konsekuensi kali ya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved