Persija Jakarta

Jalani Terapi Usai Operasi Lutut, Bek Senior Persija Jakarta Ismed Sofyan Optimis kembali Merumput

Bek senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan optimis melanjutkan karier sepak bolanya di Indonesia setelah menjalani operasi lutut pada 28 Juni lalu.

Editor: Wahyu Aji
Media Persija
Pemain Persija Jakarta Maman Abdurahman dan Ismed Sofyan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bek senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan optimis melanjutkan karier sepak bolanya di Indonesia setelah menjalani operasi lutut pada 28 Juni lalu.

Cedera tersebut sudah dirasakan oleh Ismed Sofyan sejak tahun lalu, karena itu juga mantan pemain Sriwijaya tersebut dalam gelaran pramusim Piala Menpora 2021.

Seusai menjalani operasi, Ismed akan melakukan terapi sambil berjalannya waktu untuk memantau perkembangan cedera lututnya.

Meskipun begitu, pemain yang sudah menginjak kepala empat itu tetap optimis bisa kembali ke lapangan bermain dengan skuat Persija Jakarta.

Baca juga: Sejarah Persija Jakarta Hari Ini, Trigol Bepe Antar Macan Kemayoran Kalahkan Persik

Pemain-pemain Persija Jakarta merayakan gol yang dicetak Ismed Sofyan ke gawang Bhayangkara FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (27/7/2018). (Media Persija Jakarta)

"Insyaallah, jika terus melakukan terapi secara benar sejak sekarang, saya bisa kembali seperti semula," kata Ismed dikutip dari situs resmi klub.

Untuk sementara, satu bulan seusai operasi, Ismed Sofyan akan dibantu tongkat untuk berjalan.

"Saat ini masih fase terapi sehingga saya masih menggunakan tongkat untuk berjalan," tambah Ismed.

Prediksinya, Ismed Sofyan akan menepi selama enam bulan, tetapi jika masa recovery bisa berjalan maksimal, dia bisa   lebih awal.

"Mudah-mudahan recovery berjalan cepat sehingga enam bulan lagi bisa kembali," ungkap ismed.

Baca juga: Bermain 122 Pertandingan Bareng Persija Jakarta, Pemain asal Nepal Rohit Chand Ungkapkan Hal Ini

Langkah ini diambil Ismed setelah berkonsultasi dengan dokter, jika tidak mengambil tindakan untuk operasi, maka lutut pemain bek Persija Jakarta itu bisa lebih parah.

“Menurut dokter, jika tidak operasi, ke depan (kondisi lutut) akan lebih buruk sehingga saya memutuskan untuk operasi,” pungkas Ismed.

Ismed bergabung dengan Persija sejak 2003 dan terus menjadi andalan tim di posisi bek sayap.

Sepanjang hampir 20 masa bakti itu, ia telah mempersembahkan sejumlah trofi.

Ismed menjadi bagian tim saat meraih trofi Liga 1 2018 dan Piala Presiden 2018.

Serta, membantu tim nasional Indonesia mencapai peringkat kedua Piala Tiger 2000 dan 2004. (*)

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved