Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Ojek Online Bebas Melintas di Pos Penyekatan Selama PPKM Darurat, Masuk Kategori Prioritas

Driver ojek online (ojol) bebas melintas di jalur atau pos penyekatan yang dibuat polisi pada saat PPKM Darurat. ojol masuk dalam kategori prioritas

Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Polisi memberikan sosialisasi kepada ojek online yang hendak melintas di jalan raya Lenteng Agung pada Senin (5/7/2021) - Driver ojek online (ojol) bebas melintas di jalur atau pos penyekatan yang dibuat polisi pada saat PPKM Darurat. ojol masuk dalam kategori prioritas 

Tercatat, ada 1.038 titik penyekatan untuk mengantisipasi adanya warga yang melakukan perjalanan di Iduladha dan pelaksanaan kurban tahun ini.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksawan menyatakan posko penyekatan itu, paling banyak dipertebal di titik jalur arteri.

Tercatat, jumlah pos penyekatan di jalur arteri yang ditambah hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Pengendara yang belum mengetahui penambahan pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan DI Panjaitan menuju Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021).
Pengendara yang belum mengetahui penambahan pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan DI Panjaitan menuju Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

"Untuk mengantisipasi Iduladha, nanti berartikan berpotensi masyarakat ingin mudik atau bersilaturahmi cukup tinggi, sehingga perlu kita tambah pos-pos penyekatan," kata Rudi kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).

"Khususnya di jalur tol, kemudian jalur arteri kita tambah hampir dua kali lipat," tambahnya.

Baca juga: Rusuh Massa di Papua, Pria Ini Ditemukan Tewas Terbakar di Dalam Ruko: Habis Dilalap si Jago Merah

Baca juga: Harga Dagangannya Rp 5 Ribu, Ibu Ini Nangis Dibayar Pembeli Rp 500 Ribu: Yang Bener Pak? Terimakasih

Baca juga: Ismed Sofyan Harus Jalan Pakai Tongkat, Bakal Absen Lama Bela Persija Jakarta Gara-gara Ini

Dijelaskan Rudi, hal ini bertujuan agar warga tidak ada yang melakukan mobilitas di luar rumah saat hari raya libur Idul Adha.

Nantinya, warga yang boleh beraktivitas hanya yang punya kepentingan esensial dan kritikal.

"Tentunya agar benar-benar masyarakat yang ingin melakukan perjalanan yang tidak ada kepentingan atau non esensial, non kritikal ini benar-benar bisa ditahan atau ditunda," ujarnya.

Baca juga: Persija Ditikung Borneo, Terungkap Alasan Boaz Solossa Pilih Pesut Etam: Macan Belum Tambah Pemain

"Memang mobilitas ini kita lihat ini sangat signifikan turun, namun juga yang kita lihat itu yang masih agak lumayan itu di jalan pinggiran-pinggiran," jelasnya.

Lebih lanjut, Rudi menyampaikan kendaraan roda empat yang berkepentingan di sektor kritikal dan esensial akan ditempelkan stiker oleh petugas untuk memperlancar arus lalu lintas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved