Breaking News:

Pos Penyekatan di Jalur Arteri Diperketat, Tersebar di 1.038 Titik: Cegah Warga Mudik Iduladha

Polisi akan memperketat pengawasan di pos penyekatan untuk menghindari adanya warga yang melakukan mudik pada perayaan Hari Raya Iduladha

Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana penjagaan di pos penyekatan Lampiri, Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur pada hari ke-10, Senin (12/7/2021) - Polisi akan memperketat pengawasan di pos penyekatan untuk menghindari adanya warga yang melakukan mudik pada perayaan Hari Raya Iduladha 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Polisi akan memperketat pengawasan di pos penyekatan untuk menghindari adanya warga yang melakukan mudik pada perayaan Hari Raya Iduladha tahun 1442 H/2021 M.

Saat ini, Polri memang sudah melakukan penambahan titik-titik penyekatan di Jawa, Bali hingga Lampung.

TONTON JUGA

Tercatat, ada 1.038 titik penyekatan untuk mengantisipasi adanya warga yang melakukan perjalanan di Iduladha dan pelaksanaan kurban tahun ini.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksawan menyatakan posko penyekatan itu, paling banyak dipertebal di titik jalur arteri.

Tercatat, jumlah pos penyekatan di jalur arteri yang ditambah hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Pengendara yang belum mengetahui penambahan pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan DI Panjaitan menuju Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021).
Pengendara yang belum mengetahui penambahan pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan DI Panjaitan menuju Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

"Untuk mengantisipasi Iduladha, nanti berartikan berpotensi masyarakat ingin mudik atau bersilaturahmi cukup tinggi, sehingga perlu kita tambah pos-pos penyekatan," kata Rudi kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).

"Khususnya di jalur tol, kemudian jalur arteri kita tambah hampir dua kali lipat," tambahnya.

Baca juga: Rusuh Massa di Papua, Pria Ini Ditemukan Tewas Terbakar di Dalam Ruko: Habis Dilalap si Jago Merah

Baca juga: Harga Dagangannya Rp 5 Ribu, Ibu Ini Nangis Dibayar Pembeli Rp 500 Ribu: Yang Bener Pak? Terimakasih

Baca juga: Ismed Sofyan Harus Jalan Pakai Tongkat, Bakal Absen Lama Bela Persija Jakarta Gara-gara Ini

Dijelaskan Rudi, hal ini bertujuan agar warga tidak ada yang melakukan mobilitas di luar rumah saat hari raya libur Idul Adha.

Nantinya, warga yang boleh beraktivitas hanya yang punya kepentingan esensial dan kritikal.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved