Breaking News:

Cerita Kriminal

Bikin Website Bansos PPKM Darurat Palsu dan Catut Kemensos, Pelaku Raup Untung Rp1,5 Miliar

Polda Metro Jaya meringkus pelaku penyebar hoaks terkait bantuan sosial (bansos) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan - Polda Metro Jaya meringkus pelaku penyebar hoaks terkait bantuan sosial (bansos) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya meringkus pelaku penyebar hoaks terkait bantuan sosial (bansos) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pelaku berinisial RR juga mencatut nama Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

"Berawal dari Kemensos melaporkan ke Polda Metro adanya akun yang beredar di media sosial berupa pesan berantai yang berisi formulir pendaftaran untuk bantuan sosial PPKM sejumlah Rp 300 ribu," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/7/2021).

Yusri menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya dengan membuat Website dan mencatut logo Kemensos.

Pelaku kemudian menyebarluaskan link Website yang dibuatnya ke nomor-nomor Whastapp secara acak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat dijumpai wartawan  di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Selasa (9/2/2021).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat dijumpai wartawan  (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

"Dia (pelaku) pakai logonya Kementerian Sosial sehingga kesannya ini seperti yang menyebarkan ini benar Kemensos. Di Website itu ada iklan-iklan, di situ pelaku batasi hanya 2 iklan dan dari iklan itu lah dia dapat meraup keuntungannya," ujar Yusri.

RR diketahui tidak hanya membuat satu Website.

Dari setiap website yang dibuatnya, pelaku meraup keuntungan hingga Rp 200 juta.

Baca juga: Selama Tiga Hari Ibu di Indramayu Peluk Jasad Anaknya yang Membusuk, Kini Sebatang Kara dan Depresi

Baca juga: Jasad Bayi Tak Berdosa Dikira Warga Bangkai Ayam, Korban Baru Dilahirkan Lalu Dihabisi Ibu Kandung

Baca juga: 5 Ribu Masyarakat Sudah Divaksin di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Usia 12 Tahun Bisa Jadi Peserta

"Yang bersangkutan mengaku sudah melakukan aksinya sejak November 2020 hingga sampai ditangkap sekarang. Selama itu dia dapat Rp 1,5 miliar, dia terima dari iklan-iklan yang ada di Website," tutur Yusri.

Akibat perbuatannya, RR dijerat dengan Pasal 35 Jo Pasal 51 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved