Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 di Jakarta Cetak Rekor Selama PPKM Darurat, Anies: Efeknya Tunggu 2 Minggu Lagi

Kasus Covid-19 harian di DKI beberapa kali mencetak rekor baru. Gubernur Anies menyebut dampak dari PPKM Darurat tak bisa langsung dirasakan

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota - Kasus Covid-19 harian di DKI beberapa kali mencetak rekor baru. Gubernur Anies menyebut dampak dari PPKM Darurat tak bisa langsung dirasakan 

Berselang dua hari kemudian, angka pemakaman dengan protap Covid-19 kembali melonjak jadi 407 jenazah.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima keluhan warganya perihal paket kremasi jenazah yang biayanya mencekik.

Laporan warga tersebut berlangsung pada Senin (12/7/2021).

Kemudian, petugas Palang Hitam Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta hanya memberikan informasi kepada rumah sakit dan pihak keluarga terkait lokasi kremasi swasta yang menerima jenazah Covid-19 di luar Jakarta.

"Petugas kami hanya menginformasikan krematorium di Jakarta tidak menerima kremasi jenazah Covid-19 dan yang dapat menerima, krematorium di luar Jakarta,” kata Kepala Distamhut Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, kepada Wartawan, Minggu (18/7/2021).

"Kami telah menelusuri bahwa pada tanggal 12 Juli 2021, petugas kami tidak ada yang mengantar jenazah kremasi ke luar Jakarta," lanjut dia.

Baca juga: Ini Tiga Krematorium Swasta di Jakarta yang Tidak Menerima Kremasi Jenazah Covid-19

Baca juga: Minta Keluarga Waspada, Pemprov DKI Sebut Krematorium di Jakarta Tak Terima Kremasi Jenazah Covid-19

Menurut Suzi, jenazah yang dikremasi itu berada di Karawang dan dibawa oleh pihak keluarga terkait.

Guna mencegah adanya calo dan korban berikutnya terhadap kremasi, Suzi mengimbau kepada Yayasan Kremasi agar bersurat ke rumah sakit perihal penjadwalan kremasi beserta tarifnya. 

"Agar tidak terjadi tawar-menawar di lapangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau oknum yang merugikan masyarakat," jelas Suzi.

Masyarakat diminta mencatat nama, mengambil foto wajah, dan melaporkan kepada Pemprov DKI Jakarta jika menemukan oknum yang mengaku petugas Distamhut Provinsi DKI Jakarta dan meminta uang. 

"Jika oknum tersebut benar pegawai kami, Pemprov DKI Jakarta akan menindak tegas," ucap Suzi.

"Jika bukan pegawai, Pemprov DKI Jakarta akan melaporkan ke Kepolisian untuk proses lebih lanjut," sambungnya.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/3/2019). (TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana)

Suzi pun mengimbau masyarakat tidak berhubungan dengan calo guna mendapatkan pelayanan mobil jenazah.

"Karena pihak rumah sakit secara otomatis menghubungi Distamhut DKI Jakarta. Jika warga meninggal di rumah, segera hubungi RT atau RW dan Puskesmas Kecamatan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved