Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Wakil Wali Kota Sebut Stok Obat-obatan di Depok Mulai Menipis

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, menyebut bahwa stok obat-obatan mulai menipis di tengah kondisi Covid-19 yang masih terus melonjak

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, tengah mendonorkan plasma konvalesen di Kantor PMI Depok, Jumat (16/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN – Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, menyebut bahwa stok obat-obatan mulai menipis di tengah kondisi Covid-19 yang masih terus melonjak setiap harinya.

Untuk menanggulangi persoalan tersebut, Imam mengaku pihaknya sudah mencoba meminta persediaan obat-obatan ke Provinsi Jawa Barat dan juga ke pemerintah pusat.

“Obat-obatan di kota Depok ini lagi menipis ya. Kita lagi minta ke Jawa barat dan ke pusat, tapi memang jatahnya masih sedikit,” ujar Imam dikonfirmasi wartawan, Senin (19/7/2021).

“Jadi kesulitan jumlah obat-obatan di kita (Depok),” timpalnya lagi.

Namun demikian, Imam mengaku pihaknya akan terus berusaha memenuhi kebutuhan obat-obatan, termasuk juga oksigen medis di antaranya.

“Tapi kita usaha terus, termasuk juga masalah oksigen. Dalam waktu dekat kita akan berikan oksigen gratis ke warga,” bebernya.

Baca juga: Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Kota Tangerang Belum Menunjukan Penurunan Signifikan

Baca juga: Presiden Jokowi Menyumbang Satu Ekor Sapi Kurban ke Masjid Istiqlal

Baca juga: Dibayar Rp 500 Ribu Padahal Harga Dagangannya Rp 5 Ribu, Ibu Ini Nangis Bahagia di Bawah Gerobaknya

Sebelumnya diwartakan, stok obat-obatan di Apotik yang ada di Kota Depok sudah langka sejak sepekan lebih belakangan ini.

Bahkan, saat tim dari Intelijen Kejaksaan Negeri Depok memantau langsung ke lapangan, mayoritas para pemilik apotik mengatakan terjadi kelangkaan stok obat dari suppliernya.

 “Terkait obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat kami juga melakukan pemantauan terhadap tiga Apotik. Pada saat melakukan pemantauan jawabannya bervariatif, pengakuan  sekitar 3-5 hari kebelakang terjadi kelangkaan dari suppliernya,” jelas Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu, beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved