Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Berita Soal Vaksin Palsu Tahun 2016 di Bekasi Viral Jadi Bahan Hoaks

Pemerintah Kota Bekasi menyikapi video viral berita stasiun televisi terkait vaksin palsu tahun 2016, berita tersebut belakang beredar di WhatsApp.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
intisari
ilustrasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi menyikapi video salah satu stasiun televisi terkait vaksin palsu tahun 2016 dijadikan bahan hoax, beredar di Whatsapp.

Video vaksin palsu tahun 2016 itu direkayasa sebagai bahan hoax, sehingga membuat resah masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Bagian Humas Setda Pemerintah Kota Bekasi Sajekti Rubiah mengatakan, banyak masyarakat mengaitkan isi berita tahun 2016 itu dengan vaksinasi Covid-19.

"Video berdurasi 2.06 menit ini merupakan produksi pada 2016 saat kasus tersebut menjadi perhatian publik," kata Sajekti, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Seputar Vaksin Covid-19 Bagi Anak, Cek Syarat Serta Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Masyarakat diminta jangan terpancing dan mengaitkan dengan situasi Pandemi Covid-19 saat ini.

Sebab, kasus vaksinasi palsu tahun 2016 merupakan vaksin anak dan sudah diproses hukum.

"Untuk itu, diharapkan warga tidak terlalu mempersoalkan beredarnya kembali video tersebut dan kasus tersebut telah diproses pihak berwajib," jelasnya.

Sajekti menambahkan, adegan pada video berita tersebut memang terjadi di wilayah Bekasi.

Bahkan, ada beberapa cuplikan terjadi di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi lama.

Baca juga: Tidak Dapat SMS Sertifikat Vaksin Covid-19 dan Nama Tidak Terdaftar di PeduliLindungi, Ini Solusinya

"Saat itu masih berada di Jalan Jenderal Sudirman seberang Grand Mall," ucapnya.

Kondisi terkini, Dinas Kesehatan Kota Bekasi telah menempati kantor baru di jalan Pangeran Jayakarta Medan Satria sejak 19 Desember 2018.

Baca juga: Simak Cara Mendaftar Vaksinasi Covid-19 Untuk Pelajar Tangerang Usia 12-17 Tahun

Dalam cuplikan video juga memperlihatkan kondisi rumah sakit yang pada waktu itu masih beroperasi.

Padahal kondisi saat ini rumah sakitnya sudah tutup operasional.

"Ini menegaskan video tersebut diproduksi pada waktu kasus pertama kali terjadi di tahun 2016," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved