Breaking News:

Frustasi PPKM Darurat, Mobil Fortuner jadi Pelampiasan Pengusaha Kuliner Dipenuhi Coretan Kekesalan

Sebuah mobil Toyota Fortuner yang terparkir di pinggir jalan tampak dipenuhi oleh coretan menggunakan cat semprot.

Editor: Elga H Putra
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Sebuah mobil Toyota Fortuner yang terparkir di pinggir jalan tampak dipenuhi oleh coretan menggunakan cat semprot. 

Ia mengatakan pembuatan spanduk itu memang bertujuan untuk mencurahkan hati kepada Tuhan. Pasalnya, saat ini usaha mereka sedang diberi cobaan oleh pemerintah.

"Tujuan sebenarnya itu adalah curhat kami sama Tuhan. Kita cari rezeki dengan cara yang halal dan cobaan yang sedang diberikan ini luar biasa. Semoga kita semua bisa bertahan di kondisi saat ini hingga kembali normal," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Rabu (7/7/2021).

Aria melanjutkan kalimat spanduk itu disisipi sebuah lelucon atau joke agar menarik perhatian khalayak luas. 

Soalnya, kedua profesi itu punya kemiripan. Sama-sama kerap diawasi oleh Satpol PP.

"Karena kan kita suka lihat tempat-tempat usaha kena razia Satgas waktu pada patroli. Kalau kita tahunya yang kena razia patroli itu tempat-tempat negatif jadi ya buat lucu-lucuan aja sih," jelasnya. 

Sedangkan kata Beban Keluarga di spanduk itu ditujukan kepada teman-teman barista yang terkena PHK karena dampak pandemi Covid-19. 

Akibat di-PHK, mereka dianggap menjadi beban keluarga.

"Kami bersuara seperti ini dengan cara yang benar. Enggak bikin kerumunan, protokol kesehatan diterapkan. Tapi pesannya sampai. Jadi lah postingan itu. He..he..he," ucap dia.

Kafe Diegel Pemilik Sendiri

Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut berimbas kepada kedai Limitless Coffee yang berada di Jalan Raya Kebayoran Lama, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pihak kedai kemudian membuat spanduk sebagai bentuk keluhan atas dampak itu.

Spanduk itu bertuliskan "Kami Bukan Kriminal!!! Kami hanya menjual kopi tapi karena peraturan yang selalu menyudutkan kami bahkan dipatroli setiap hari dan akhirnya tempat ini kami segel sendiri."

"Semoga karyawan kami tidak menjadi kriminal setelah dirumahkan," begitu bunyi tulisan itu.

Spanduk itu dipasang di tengah kios kedai mereka yang tertutup rapat.

Pemilik Kedai, David mengatakan spanduk itu sebagai bentuk suara hati dari pengusaha kedai kopi dan juga sindiran kepada kebijakan PPKM.

Pihak kedai Limitless Coffee memasang spanduk sebagai bentuk suara hati pengusaha kedai karena terdampak PPKM darurat pada Senin (12/7/2021).
Pihak kedai Limitless Coffee memasang spanduk sebagai bentuk suara hati pengusaha kedai karena terdampak PPKM darurat pada Senin (12/7/2021). (Dokumentasi Limitless Coffee)

"Karena mungkin banyak yang merasakan dampak minimnya pemasukan keuangan akibat PPKM seperti ini. Apalagi kalau kedai kopi kan ya buka enggak buka, enggak dapat uang," ujarnya saat dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Senin (12/7/2021).

Pihak kedai kopi sudah melakukan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah selama masa PPKM ini.

Namun, pihak kedai tak mendapatkan hasil yang memuaskan. Padahal, ada sejumlah karyawan yang harus digaji.

"Sehari kita hanya menjual menu Rp 100 ribu. Bahkan lebih sedikit. Namun, kita harus tetap membayar gaji karyawan diluar angka penjualan," katanya.

Pihak kedai juga yang berinisiatif memasang sendiri spanduk lantaran sudah lelah dua kali disegel oleh Satpol PP.

"Mau coba hal yang beda aja, capek disegel terus. Sekali-sekali segel sendiri," katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Curhat Kena Razia PPKM Darurat, Pengusaha Kuliner di Kuningan Corat-coret Fortuner Miliknya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved