Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Pandemi Bikin Pasar Sepi Pembeli, IKAPPI: 43 Persen Pedagang di Sejumlah Daerah Terpaksa Tutup

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menjelaskan pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan turut berimbas terhadap kondisi perekonomian

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
ILUSTRASI Kapolrestro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan membagikan masker kepada pedagang Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021) pagi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menjelaskan pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan turut berimbas terhadap kondisi perekonomian masyarakat, khususnya pedagang pasar tradisional.

Berdasarkan catatan DPP IKAPPI, ada sekitar 5 juta dari 12 juta pedagang pasar, atau sekitar 43% pedagang pasar tradisional di berbagai daerah terpaksa tutup akibat sepinya pasar dan minimnya pembeli akibat pandemi.

Ketua Bidang Kajian Penelitan & Pengembangan DPP IKAPPI Badrussalam merincikan, ada sekitar 6,7 juta atau 57% pedagang pasar yang masih beroperasi. Itupun, telah mengalami penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19.

"Para pedagang ini sudah mengalami penurunan pendapatan, sekitar 70% sampai 90% dari keadaan normal. Bahkan ada yang sudah tidak beroperasi sama sekali (tutup)," kata Ketua Bidang Kajian Penelitan & Pengembangan DPP IKAPPI, Badrussalam, Selasa (20/7/2021).

Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memutuskan memperpanjang penerapan PPKM Darurat hingga akhir Juli 2021.

Jika ini benar-benar diterapkan, artinya nyaris 1 bulan penuh aktifitas di batasi dan hal ini dinilai memperparah kondisi pedagang pasar.

Selain pada sektor ekonomi, Badrussalam menyebutkan kondisi pandemi Covid-19 ini juga telah berimbas kepada kondisi kesehatan para pedagang pasar.

Sebanyak 1.998 pedagang pasar, dinyatakan positif Covid-19 yang tersebar di 333  pasar.

Ia pun meminta kepada Pemerintah agar pemberlakuan PPKM ini segera dievaluasi.

"Supaya penerapan aturan ini tidak memperparah kondisi pedagang pasar sebagai penggerak ekonomi semakin sulit dan tak berdaya," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved