Breaking News:

Iduladha 2021

31,6 Kilogram Organ Hewan Kurban Tak Layak Konsumsi di Pasar Rebo Dimusnahkan

Kasatpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo Irawati Harry Artharini mengatakan organ tak laik konsumsi itu ditemukan dari pemeriksaan postmortem

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Bima Putra
Petugas pengawas hewan kurban Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo, Zakiatun Muhammad saat menunjukkan cacing hati yang ditemukan pada organ sapi hewan kurban di Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Jajaran Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur mendapati organ hewan kurban Iduladha 1442 Hijriah tak layak konsumsi di Kecamatan Pasar Rebo.

Kasatpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo Irawati Harry Artharini mengatakan organ tak laik konsumsi itu ditemukan dari pemeriksaan postmortem atau setelah kematian di tempat pemotongan.

"Organ dalam yang diafkir (musnahkan) sebanyak 31,6 kilogram terdiri dari 9,2 kilogram paru, dan 22,4 kilogram hati. Ini akumulasi hasil pemeriksaan tanggal 20 dan 21 Juli 2021," kata Irawati di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021).

Sebanyak 9,2 kilogram organ paru tak layak konsumsi diafkir karena dari pemeriksaan petugas Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo bagian paru terjangkit pneumonia atau penyakit paru.

Sementara 22,4 kilogram hati diafkir karena dari pemeriksaan petugas di tempat pemotongan hewan kurban Iduladha 1442 Hijriah ditemukan terjangkit cacing hati dalam persentase banyak.

"Total hewan yang diperiksa di Kecamatan Pasar Rebo sampai sekarang sebanyak 230 ekor. Terdiri dari 74 ekor sapi, 154 kambing, dan 2 domba. Ini hasil pemeriksaan di 10 lokasi tempat pemotongan hewan kurban," ujarnya.

Baca juga: Fraksi PAN hingga PDIP Berikan Masukan untuk Anies Baswedan Menghadapi PPKM Level 4

Baca juga: Usul Perda Covid-19 Direvisi, Anies Baswedan Ingin Pidanakan Pelanggar Protokol Kesehatan

Baca juga: Penerima Daging Kurban di Masjid Jami Al-Akhyar Pasar Rebo Melonjak 40 Persen

Petugas pengawas hewan kurban Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo, Zakiatun Muhammad menuturkan pemeriksaan postmortem bertujuan agar organ yang dibagikan layak konsumsi.

Pemeriksaan di seluruh tempat pemotongan di Kecamatan Pasar Rebo dilakukan menyeluruh terhadap seluruh hewan kurban yang dipotong, bukan berdasar sampel beberapa hewan saja.

"Karena hewan yang dikurbankan itu kan dari berbagai macam peternakan, enggak dari satu lokasi di mana hewannya diperlakukan sama. Jadi tidak bisa menggunakan sampel beberapa hewan saja," tutur Zakiatun.

Dalam pemeriksaan postmortem ini jajaran Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo memeriksa organ hati, jantung, paru, limpa, dan ginjal seluruh hewan kurban yang di seluruh tempat pemotongan.

Bila dari hasil pemeriksaan ada organ hewan kurban tak layak konsumsi maka petugas memisahkan bagian tersebut lalu diberi cairan kimia agar tak dikonsumsi untuk kemudian dimusnahakan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved