Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Gubernur Anies Mau Utak-atik Perda Tentang Covid-19, Warga Tak Pakai Masker Bisa Dipenjara 3 Bulan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengutak-atik Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2020 tentang penanganan Covid-19.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengutak-atik Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2020 tentang penanganan Covid-19. 

"Kami percaya sesudah lewat pandemi ini Insya Allah Jakarta lebih solid, Jakarta lebih guyub dan Jakarta lebih kuat," tuturnya.

Anies Targetkan 1.000 Orang Divaksin per Kelurahan Tiap Hari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan 1.000 orang divaksin Covid-19 per hari di tiap kelurahan.

Itu artinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota hingga 267.000 orang per hari.

“Kami akan mengadakan gerakan vaksinasi ini di setiap kelurahan itu, satu hari ditargetkan vaksin 1.000 orang per kelurahan,” kata Anies, dikutip dari akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Senin (19/7/2021).

Hal itu dikatakan Anies saat memberikan arahan terkait vaksinasi kepada ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PPK) di Ibu Kota.

Baca juga: Sudah Terima Vaksin Covid-19, Siswa di Tangerang Berharap Pembelajaran Tatap Muka Segera Dimulai

Anies juga meminta ibu-ibu PKK membantu menyukseskan program ini, dengan mendorong warga usia 12 tahun ke atas di permukimannya mengikuti program vaksinasi.

“Kalau dalam satu kelurahan ada 10 RW, maka tiap RW kirim 100 orang untuk divaksin setiap hari. Lalu kalau dalam 10 RW ada 10 RT, maka 10 orang yang divaksin setiap hari.”

Baca juga: Gubernur Anies Targetkan 1.000 Orang Sehari di Setiap Kelurahan Disuntik Vaksin Covid-19

“Kita kerjakan itu supaya warga Jakarta terlindungi, karena inilah yang bisa buat kita semua jalani masa pandemi ini dan lewat dengan kondisi sehat,” paparnya.

Anies lalu menunjukkan data jumlah orang divaksin namun terkena Covid-19, angkanya cukup rendah, yakni sekitar 0,3 persen untuk dosis pertama, dan 00,01 persen untuk dosis kedua.

Anies meyakini, bila vaksinasi dilakukan secara masif, tujuan pemerintah untuk membentuk herd immunity atau kekebalan komunal akan terwujud.

“Insyaallah lebih terlindungi daripada yang tidak tervaksin, begitu juga ketika sampai ke tingkat kematian."

Baca juga: 1.300 Kuota Vaksin Disiapkan Untuk Sopir Bus Hingga Pedagang Terminal Kampung Rambutan

"Mereka yang sudah tervaksin itu jauh lebih aman dibanding yang belum tervaksin.”

“Jadi kami lewat forum ini memohon dukungan memohon bantuan dari ibu-ibu untuk menggerakkan semua agar bisa vaksin,” tuturnya.

Anies menilai, pandemi dapat selesai tergantung konsistensi masyarakat terhadap prokes dan vaksinasi.

Beda halnya ketika musim hujan, pemerintah dan masyarakat tidak mampu mengendalikan hujan deras hingga berdampak banjir.

Namun kalau pandemi Covid-19, kata dia, pengendaliannya ada di tangan pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

Makin banyak orang yang divaksin Covid-19, tentu makin sedikit orang yang terpapar Covid-19.

“Makin sedikit orang yang positif Covid-19, makin cepat pandemi ini selesai."

"Jadi, kalau kita dorong vaksinasi ini Insyaallah nanti akan bisa mempercepat pandemi selesai,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Presiden menargetkan 7,5 juta warga Ibu Kota divaksin Covid-19.

Baca juga: Pendeta di Depok Dirikan Dapur Umum, Sehari Bisa Salurkan 300 Porsi Makanan untuk Pasien yang Isoman

Anies lalu melakukan berbagai upaya untuk melakukan percepatan.

Di antaranya, mengerahkan 16 armada vaksinasi keliling dan pembuatan sentra vaksin dengan melibatkan berbagai pihak.

Hasilnya, realisasi vaksinasi per hari melesat dari yang awalnya puluan ribu orang, kini bisa menembus 170.000 per hari.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved