Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Gubernur Anies Mau Utak-atik Perda Tentang Covid-19, Warga Tak Pakai Masker Bisa Dipenjara 3 Bulan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengutak-atik Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2020 tentang penanganan Covid-19.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengutak-atik Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2020 tentang penanganan Covid-19. 

Lapiran Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengutak-atik Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2020 tentang penanganan Covid-19.

Dalam draf perubahan yang diterima TribunJakarta.com, ada dua pasal yang mau disisipkan Anies dalam Perda tersebut, yaitu Pasal 32A dan 32B.

TONTON JUGA

Adapun Pasal 32A berisi tentang sanksi yang bakal diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan.

Dalam Pasal 32A ayat 1 draf perubahan itu, Pemprov DKI menambahkan sanksi pidana bagi pelanggar aturan protokol kesehatan.

Kini, masyarakat yang ketahuan tak pakai masker saat beraktivitas di luar rumah bisa dipenjara selama tiga bulan dan denda paling banyak Rp500 ribu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas 16 mobil vaksinasi keliling di halaman Balai Kita Jakarta, Kamis (8/7/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas 16 mobil vaksinasi keliling di halaman Balai Kita Jakarta, Kamis (8/7/2021). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

"Setiap orang yang mengulangi perbuatan tidak menggunakan masker setelah dikenakan sanksi berupa kerja sosial atau denda administratif, dipidana dengan kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu)," bunyi aturan dalam draf itu dikutip TribunJakarta.com, Rabu (21/7/2021).

Kemudian, sanksi kurungan juga bakal diterapkan bagi tempat usaha hingga perkantoran yang berkali-kali melanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Pria di Tangerang Lompat dari Jembatan Merah ke Sungai Cisadane, Motor Ditinggal di Pinggir Jalan

Baca juga: Bersihkan Jeroan Hewan Kurban, Santri Hanyut Terseret Ombak, Jasadnya Ditemukan Sehari Kemudian

Baca juga: Tawuran Pemuda di Pasar Manggis Jaksel Bawa Senjata Tajam, Polisi Periksa 15 Orang Terduga Pelaku

Selain kurungan tiga bulan, denda maksimal Rp 50 juta juga bakal diberikan kepada tempat usaha hingga perkantoran yang melanggar protokol kesehatan.

"Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab perkantoran/tempat kerja, tempat usaha, tempat industri, perhotelan/penginapan lain yang sejenis dan tempat wisata yang mengulangi perbuatan pelanggaran protokol pencegahan Covid-19 setelah dikenakan sanksi berupa pencabutan izin, dipidana dengan kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)," bunyi Pasal 32A ayat 2.

Draf perubahan Perda Nomor 2/2020 ini pun baru saja diserahkan Pemprov DKI Jakarta kepada DPRD DKI.

Penyerahan draf tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang dihelat di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. 

TONTON JUGA

Jakarta Sedang Diuji, 2 Pekan yang Penuh Cobaan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, dua minggu terakhir menjadi masa-masa sulit bagi warga ibu kota.

Pasalnya, penyebaran Covid-19 di Jakarta terus meroket dengan penambahan kasus mencapai 12.000 hingga 14.000 per hari.

TONTON JUGA

Puncaknya terjadi pada 12 Juli 2021 lalu, di mana penambahan kasus harian mencapai 14.619.

"Hari ini adalah hari-hari sulit, hari-hari yang penuh dengan tantangan dan selama dua pekan ini adalah dua pekan yang penuh cobaan," ucapnya, Senin (19/7/2021).

Selain masalah kesehatan, pandemi Covid-19 juga menyebabkan krisis ekonomi di ibu kota.

Baca juga: Pemkot Jakarta Timur Siapkan RPH Penyembelihan Hewan Kurban di Pulogadung dan Penggilingan

Pasalnya, roda perekonomian tak bisa berjalan mulus imbas serangkaian pembatasan yang dilakukan selama masa PPKM Darurat.

Hal ini terpaksa dilakukan guna menekan mobilitas masyarakat.

"Jakarta sedang dalam masa ujian, masa pandemi yang sedang kita hadapi tidak sederhana, hidup sulit, hidup penuh tantangan," ujarnya di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Baca juga: Indra Perasa Hilang saat Terinfeksi Covid-19? Konsumsi Bawang Putih Ternyata Bisa Jadi Solusinya

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta masyarakat gotong royong membantu sesama.

"Kepada mereka yang berlebih kami mengundang untuk ikut turun tangan, ikut meringankan beban saudara-suadara kita yang hari ini bebabnya amat berat," kata Anies.

Terima bantuan 7.500 paket sembako

Gubernur DKI Jakarta menerima bantuan 7.500 paket sembako yang diberikan oleh pihak swasta.

Baca juga: Cegah Lonjakan Covid-19, DMI Jakarta Utara Imbau DKM Tak Selenggarakan Salat Iduladha Besok

Menurut rencana, ribuan paket sembako ini bakal didistribusikan kepada pasien Covid-19 yang tengah menjalankan isolasi mandiri.

Ia pun mengapresiasi semua pihak yang telah membantu Pemprov DKI dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini.

"Kami percaya sesudah lewat pandemi ini Insya Allah Jakarta lebih solid, Jakarta lebih guyub dan Jakarta lebih kuat," tuturnya.

Anies Targetkan 1.000 Orang Divaksin per Kelurahan Tiap Hari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan 1.000 orang divaksin Covid-19 per hari di tiap kelurahan.

Itu artinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota hingga 267.000 orang per hari.

“Kami akan mengadakan gerakan vaksinasi ini di setiap kelurahan itu, satu hari ditargetkan vaksin 1.000 orang per kelurahan,” kata Anies, dikutip dari akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Senin (19/7/2021).

Hal itu dikatakan Anies saat memberikan arahan terkait vaksinasi kepada ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PPK) di Ibu Kota.

Baca juga: Sudah Terima Vaksin Covid-19, Siswa di Tangerang Berharap Pembelajaran Tatap Muka Segera Dimulai

Anies juga meminta ibu-ibu PKK membantu menyukseskan program ini, dengan mendorong warga usia 12 tahun ke atas di permukimannya mengikuti program vaksinasi.

“Kalau dalam satu kelurahan ada 10 RW, maka tiap RW kirim 100 orang untuk divaksin setiap hari. Lalu kalau dalam 10 RW ada 10 RT, maka 10 orang yang divaksin setiap hari.”

Baca juga: Gubernur Anies Targetkan 1.000 Orang Sehari di Setiap Kelurahan Disuntik Vaksin Covid-19

“Kita kerjakan itu supaya warga Jakarta terlindungi, karena inilah yang bisa buat kita semua jalani masa pandemi ini dan lewat dengan kondisi sehat,” paparnya.

Anies lalu menunjukkan data jumlah orang divaksin namun terkena Covid-19, angkanya cukup rendah, yakni sekitar 0,3 persen untuk dosis pertama, dan 00,01 persen untuk dosis kedua.

Anies meyakini, bila vaksinasi dilakukan secara masif, tujuan pemerintah untuk membentuk herd immunity atau kekebalan komunal akan terwujud.

“Insyaallah lebih terlindungi daripada yang tidak tervaksin, begitu juga ketika sampai ke tingkat kematian."

Baca juga: 1.300 Kuota Vaksin Disiapkan Untuk Sopir Bus Hingga Pedagang Terminal Kampung Rambutan

"Mereka yang sudah tervaksin itu jauh lebih aman dibanding yang belum tervaksin.”

“Jadi kami lewat forum ini memohon dukungan memohon bantuan dari ibu-ibu untuk menggerakkan semua agar bisa vaksin,” tuturnya.

Anies menilai, pandemi dapat selesai tergantung konsistensi masyarakat terhadap prokes dan vaksinasi.

Beda halnya ketika musim hujan, pemerintah dan masyarakat tidak mampu mengendalikan hujan deras hingga berdampak banjir.

Namun kalau pandemi Covid-19, kata dia, pengendaliannya ada di tangan pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

Makin banyak orang yang divaksin Covid-19, tentu makin sedikit orang yang terpapar Covid-19.

“Makin sedikit orang yang positif Covid-19, makin cepat pandemi ini selesai."

"Jadi, kalau kita dorong vaksinasi ini Insyaallah nanti akan bisa mempercepat pandemi selesai,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Presiden menargetkan 7,5 juta warga Ibu Kota divaksin Covid-19.

Baca juga: Pendeta di Depok Dirikan Dapur Umum, Sehari Bisa Salurkan 300 Porsi Makanan untuk Pasien yang Isoman

Anies lalu melakukan berbagai upaya untuk melakukan percepatan.

Di antaranya, mengerahkan 16 armada vaksinasi keliling dan pembuatan sentra vaksin dengan melibatkan berbagai pihak.

Hasilnya, realisasi vaksinasi per hari melesat dari yang awalnya puluan ribu orang, kini bisa menembus 170.000 per hari.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved