Breaking News:

Lawan Covid19

Jubir Luhut Sayangkan Aksi Massa di Bandung: Penyaluran Aspirasi Lebih Aman Sudah Tersedia

Adanya aksi yang dilakukan sejumah massa di Bandung, Jawa Barat disayangkan pemerintah.

Editor: Siti Nawiroh
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
ilustrasi corona. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Adanya aksi yang dilakukan sejumah massa di Bandung, Jawa Barat disayangkan pemerintah.

Dikatakan Juru Bicara Kemenko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi, aksi yang akhirnya menimbulkan kerumuman massa itu bisa dilakukan dengan cara lebih aman.

Hal itu disampaikannya saat Siaran Pers PPKM yang ditayangkan dalam kanal YouTube Lawan Covid-19 ID, Rabu (21/7/2021).

Jodi menyebut, penyaluran aspirasi dengan cara lebih aman di tengah pandemi Covid-19 ini sudah tersedia.

Baca juga: Langgar Prokes Covid-19? Jubir Kemenko Maritim dan Investasi: Bisa Tunda Relaksasi PPKM 26 Juli 2021

"Sangat disayangkan ada kerumunan massa di Bandung dan di Ambon penyaluran aspirasi lebih aman sudah tersedia. Para pemimpin daerah yang terpilih secara demokratis sudah membuka berbagai cara menyerap aspirasi masyarakat," kata Jodi.

"Mari jangan ambil resiko yang terberat apabila ada cara yang lebih aman," tambahnya.

Baca juga: Usul Perda Covid-19 Direvisi, Anies Baswedan Ingin Pidanakan Pelanggar Protokol Kesehatan

Jodi juga menyebut, tindakan tersebut sangat disayangkan karena akan meningkatkan risiko penularan Covid-19 varian Delta

Terlebih, dampak penularan akan terlihat dalam satu-dua minggu kedepan.

"Perlu saya ingatkan, tidak ada wilayah yang tanpa resiko selama pandemi, hanya ada resiko tinggi dan resiko rendah. Tidak ada 0 risiko. Jadi apapun yang kita lakukan terutama di luar rumah hanya meningkatkan atau menurunkan resiko Penularan covid 19 terhadap kita dan orang lain," jelas Jodi.

Baca juga: Pria Asal Tuban Ijab Kabul Berjarak 4 Meter Gara-gara Positif Covid-19, Acara Hanya Dihadiri 6 Orang

"Dan ingat varian Delta menular jauh lebih cepat dari varian sebelumnya jadi tidak ada kegiatan yang aman dari resiko tindakan yang meningkatkan resiko seperti melanggar pedoman dan anjuran dari pemimpin dan ulama nya sendiri akan mengurangi efektivitas dari usaha-usaha kita," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved