Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Mulai 22 Juli, Rekayasa Arus Lalu Lintas Dilakukan di Sekitar Jalan Gajah Mada & Hayam Wuruk Jakpus

PT MRT Jakarta dibantu Dinas Perhubungan DKI bakal merekayasa arus lalu lintas di sekitar Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Jalan Gajah Mada dari arah Harmoni menuju Glodok - PT MRT Jakarta dibantu Dinas Perhubungan DKI bakal merekayasa arus lalu lintas di sekitar Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT MRT Jakarta dibantu Dinas Perhubungan DKI bakal melakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Plt Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, menuturkan hal ini dilakukan guna melanjutkan pekerjaan relokasi test pit utilitas dan arkeologi, kontrak paket CP203 MRT Jakarta Fase 2A (Glodok-Kota).

TONTON JUGA

Dia menjelaskan, cakupan pekerjaan paket kontrak ini meliputi pembangunan dua stasiun bawah tahan, Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.

"Konstruksi terowongan mulai dari Mangga Besar hingga Kota Tua dengan total panjang jalur 1,4 kilometer," kata dia, dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021).

Rencananya, rekayasa arus lalu lintas ini dilakukan mulai Kamis (22/7/2021) sampai Selasa (28/9/2021).

Suasana di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2020).
Suasana di Jalan Gajah Mada, Jakarta , Selasa (20/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Lokasi pekerjaan area Stasiun Glodok, Jalan Gajah Mada (sisi barat median/arah ke Kota) dan Jalan Hayam Wuruk (sisi timur median/ arah ke Harmoni).

"Terdapat delapan titik pekerjaan di Jalan Gajah Mada dan delapan titik pekerjaan di Jalan Hayam Wuruk," kata Pratomo.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Epidemiologi: Ini Keputusan Terbaik, Covid-19 Masih Bisa Naik Lagi

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal Masih Perlu Ajukan STRP Lagi?

"Lokasi pekerjaan berada di trotoar dan lajur kendaraan reguler Jalan Gajah Mada serta Jalan Hayam Wuruk," lanjutnya. 

Selama pekerjaan berlangsung, sisi timur maupun sisi barat Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, semula terdiri dari 4 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur Transjakarta (4+1).

Nanti akan berubah menjadi 2 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Transjakarta (2+1).

"Setelah pekerjaan selesai lalu lintas akan kembali normal," ucap Pratomo.

TONTON JUGA

Sementara itu, lokasi pekerjaan di median tengah Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, terdapat 8 titik pekerjaan.

Di antaranya lima titik pekerjaan di median tengah Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Tapi tidak terjadi pengurangan lajur kendaraan.

Kemudian, terdapat tiga titik pekerjaan di median tengah Halte Transjakarta Glodok dan akan berada di lajur Transjakarta.

Nanti akan dialihkan ke lajur kendaraan regular. 

Baca juga: Teriakan Tengah Malam jadi Penanda Nenek Dibunuh, Sang Cucu Mendengar tapi Pilih Lanjutkan Tidur

"Pekerjaan di area ini baru akan dimulai pada bulan September 2021," ucap Pratomo.

Selanjutnya, lokasi pekerjaan area Stasiun Kota, di Jalan Pintu Besar Selatan.

Di sana, terdapat sepuluh titik pekerjaan di sisi timur (arah ke Harmoni) dan delapan titik pekerjaan di sisi barat (arah ke Kota) Jalan Pintu Besar Selatan.

Terdapat dua titik pekerjaan di median Jalan Pintu Besar Selatan.

TONTON JUGA

Selama pekerjaan berlangsung, Jalan Pintu Besar Selatan sisi barat (arah Kota) dan sisi timur (arah Glodok), semula terdiri dari 2 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur Transjakarta.

Nantinya akan berubah menjadi 1 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur khusus Transjakarta.

"Setelah pekerjaan selesai lalu lintas akan kembali normal," tutup Pratomo.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved